Kemenkes Gelontorkan Rp600 Miliar untuk Alat Kesehatan di RS Kepri
- 08 Sep 2026 17:17 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyalurkan bantuan peralatan kesehatan (alkes) senilai Rp600 miliar untuk rumah sakit di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Bantuan ini ditargetkan rampung bertahap pada tahun ini hingga tahun depan guna memperkuat layanan prioritas sekaligus mengurai penumpukan pasien.
Direktur RSUD Raja Ahmad Thabib (RAT), Bambang Utoyo, menjelaskan bantuan alkes tersebut difokuskan pada penguatan lima layanan medis utama, yakni kanker, jantung, urologi, neurologi (saraf), dan kesehatan anak. Bantuan ini dialokasikan dalam bentuk alat kesehatan, bukan dana tunai.
“Distribusinya membagi porsi antara RS provinsi dan RS di kabupaten/kota agar terjadi pemerataan layanan," ujar Bambang Utoyo kepada RRI, Selasa, 8 September 2026.
Pada tahun ini, RSUD RAT menerima alokasi alkes senilai Rp150 miliar, alat kesehatan yg sudah sampai yaitu alat penembak batu ginjal (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy/ESWL) dan C-Arm untuk pemantauan operasi tulang secara real-time. Sisa dari total bantuan Rp600 miliar akan didistribusikan ke RSUD kabupaten/kota
“Kita dapat bantuan alat Kesehatan ditahun 2026 dan 2027 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,” ujarnya.
Pengadaan alkes ini juga melengkapi fasilitas penanganan kanker di RSUD RAT. Meski layanan kemoterapi dan tim dokter spesialis onkologi telah tersedia, pasien pascakemoterapi selama ini masih terkendala fasilitas radioterapi.
“Radioterapi membutuhkan proses intensif hingga 30 kali terapi harian,” ucapnya.
Menurutnya, dengan hadirnya alat radioterapi dari Kemenkes yang saat ini dalam proses pengadaan, pasien asal Tanjungpinang dan sekitarnya tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah. Selain itu, teknologi modern seperti ESWL memungkinkan tindakan pemecahan batu ginjal tanpa metode operasi invasif.
“Pasien dapat langsung pulang tanpa perlu menjalani rawat inap,” tuturnya.
Langkah alokasi alkes ke RS kabupaten/kota diyakini menjadi solusi pemerataan pelayanan kesehatan di kabupaten / kota, Sehingga ada pemilahan mana yang bisa ditangani dan mana yang dirujuk ke Rumah Sakit Provinsi.
Data RSUD RAT menunjukkan rawat jalan menerima lebih dari 650 pasien per hari. Instalasi Gawat Darurat (IGD) memproses lebih dari 120 pasien per hari.
“Bed Occupancy Rate (BOR) mencapai 85%, melebihi standar ideal nasional di kisaran 60%–80%,” katanya.
Melalui bantuan ini, setiap RSUD di kabupaten/kota akan memiliki layanan unggulan masing-masing. Pasien yang bisa ditangani di daerah tidak perlu menumpuk di RSUD RAT.
“Sehingga ruang rawat dan kapasitas IGD kami bisa kembali ideal sesuai dengan kondisi kegawat daruratan pasien yang membutuhkan pertolongan segera" katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....