Harga Cabai dan Bawang Naik, Pedagang Bintan Center Keluhkan Penjualan
- 02 Sep 2026 21:19 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Harga sejumlah komoditas bahan pokok di Pasar Bintan Center Kilometer 9 Tanjungpinang mengalami kenaikan dalam beberapa minggu terakhir. Kenaikan terutama terjadi pada komoditas cabai dan bawang.
Pemilik kios bahan pokok, Ajuma, mengatakan harga cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp56 ribu per kilogram. Harga tersebut sempat mencapai Rp60 ribu hingga Rp58 ribu per kilogram sebelum kembali mengalami sedikit penurunan.
“Hari ini cabai rawit harganya Rp56 ribu, kemarin sempat naik sampai Rp60 ribu, sekarang turun sedikit,” ujar Ajuma, Rabu, 3 September 2026.

Menurutnya, harga cabai merah juga mengalami kenaikan dari kisaran Rp46 ribu hingga Rp48 ribu menjadi sekitar Rp52 ribu per kilogram, sementara harga bawang merah berada di kisaran Rp42 ribu per kilogram atau naik sekitar Rp4 ribu hingga Rp5 ribu. Namun, bawang putih masih relatif normal dengan harga sekitar Rp32 ribu per kilogram.
Ajuma menjelaskan, perubahan harga cabai salah satunya dipengaruhi kondisi cuaca. Musim kemarau membuat kualitas sebagian cabai menurun sehingga cabai dengan kualitas lebih baik memiliki harga yang lebih tinggi.
”Tergantung cuaca juga, sekarang lagi kemarau, cabainya ada yang kisut, kalau mau yang lebih bagus, harganya lebih mahal,” ucapnya.
Ia menyebutkan, pasokan bahan pokok di kiosnya berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Jawa, Batam, serta pemasok di sekitar pasar. Untuk minyak goreng, saat ini belum dijual karena harga dinilai masih cukup tinggi.
Ia menambahkan, kenaikan harga bahan pokok mulai berdampak terhadap daya beli masyarakat. Jumlah pembeli mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan minggu sebelumnya, rata-rata transaksi masyarakat masih di atas Rp100 ribu, kini sebagian besar pembelian berada di bawah angka tersebut.
”Kalau untuk saat ini pembelinya berkurang banget, jauh berkurang,” tuturnya.
Pemilik Warung makan Yoks, Imel, mengatakan kenaikan harga cabai dan bawang masih dapat dikendalikan dan belum mendorong kenaikan harga jual makanan secara signifikan. Sehingga konsumen masih dapat menerima kondisi tersebut.
”Masih normal dan masih wajar, untuk penjualan juga masih aman dan tidak ada keluhan dari pembeli,” ujar Imel.

Imel berharap, pemerintah dapat menjaga kestabilan harga bahan pokok agar tidak semakin membebani masyarakat. Namun, kebijakan harga juga perlu mempertimbangkan kondisi petani sebagai produsen.
”Kalau bisa diturunkan sama pemerintah, Alhamdulillah, tapi kalau terlalu tinggi juga kasihan petani kita, karena berdampak pada pemasukan mereka,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....