IGRA Tanjungpinang Kenalkan Permainan Rakyat kepada 600 Anak

  • 29 Agt 2026 09:36 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Pengurus Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Tanjungpinang menggelar Senam Bersama dan Edukasi Permainan Rakyat dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di Pelataran Tugu Sirih, Tanjungpinang, Jumat, 28 Agustus 2026, menjadi sarana mengenalkan kembali permainan tradisional kepada anak usia dini.

Sebanyak 600 anak dari 17 Raudhatul Athfal (RA) se-Kota Tanjungpinang mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Sejumlah permainan rakyat seperti jengket, yeye, ular tangga, congklak, dan bakiak diperkenalkan sebagai bagian dari edukasi sekaligus membangun kebersamaan anak.

“Kami mengapresiasi IGRA Kota Tanjungpinang yang telah menaja kegiatan ini, mudah-mudahan tetap istiqomah dan kegiatan serupa dapat dilaksanakan kembali pada tahun depan,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Erizal Abdullah.

Erizal mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga memiliki nilai pendidikan bagi perkembangan anak. Menurutnya, permainan rakyat dapat membantu menanamkan nilai kebersamaan, kreativitas, sportivitas, serta mempererat interaksi antaranak.

“Permainan tradisional menjadi bagian penting dalam memberikan pengalaman kepada anak-anak untuk belajar, bermain dan membangun kebersamaan,” katanya.

Selain permainan rakyat, peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini juga harus diikuti dengan penguatan kompetensi para guru. Ia menyebut Kemenag Kota Tanjungpinang tengah membuka peluang pembinaan dan pelatihan bagi guru IGRA terkait penerapan kurikulum berbasis cinta.

Erizal juga mengingatkan pentingnya pendidikan agama sejak usia dini sebagai fondasi pembentukan karakter anak. Menurutnya, RA memiliki posisi strategis dalam memberikan pendidikan dasar keislaman sekaligus membentuk generasi yang memiliki akhlak dan karakter kuat.

“Anak-anak kita, apalagi yang masih usia dini, berada dalam kondisi fitrah dan ini merupakan amanah untuk dibimbing agar memiliki dasar keislaman yang kuat,” ucapnya.

Ketua IGRA Kota Tanjungpinang Mar’ah Hasanah mengatakan permainan rakyat sengaja dihadirkan karena sebagian anak mulai tidak mengenal permainan tradisional. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi anak untuk kembali mengenal permainan yang dahulu dekat dengan kehidupan masyarakat.

Menurut Mar’ah, pengenalan permainan tradisional menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital yang membuat anak lebih mudah mengakses permainan berbasis gawai. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diharapkan tetap memiliki kesempatan mengenal budaya lokal sekaligus menikmati aktivitas bermain secara langsung bersama teman-temannya.

“Permainan rakyat bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi dan upaya mengenalkan kembali budaya kepada anak-anak,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....