Kemarau Panjang Masyarakat Diimbau Waspada Heat Stroke dan ISPA

  • 28 Agt 2026 06:33 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang- Masyarakat diimbau untuk waspada penyakit di musim kemarau yang terjadi pada periode Agustus 2026. Salah satu penyakit yang perlu di waspadai yaitu heat stroke atau meningkatnya suhu tubuh secara drastis.

Plt Kepala Dinkes Kepri M. Bisri mengatakan heat stroke bisa memicu terjadinya gangguan sakit kepala, mual hingga muntah-muntah. Apabila masyarakat mengalami gejala tersebut untuk dapat segera ke fasilitas kesehatan untuk mendapat penanganan segera.

“Apabila mengalami gejala tersebut, segera minta bantuan ke puskesmas atau fasilitas layanan kesehatan terdekat,” ujar Bisri, Kamis, 27 Agustus 2026.

Sebagai langkah pencegahan masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika terik cuaca terlalu panas, dengan memperhatikan jam aman, yakni di bawah pukul 10.00 WIB. Bagi masyarakat yang punya porsi aktivitas di luar ruangan lebih dominan, disarankan menggunakan alat pelindung kepala, seperti topi atau payung supaya tubuh tak terpapar langsung sinar matahari.

Masyarakat juga diharapkan untuk memastikan asupan cairna tubuh tetap terjaga. Mengonsumsi air mineral minimal 2,5 liter sampai 3 liter perhari mencegah dihidrasi di musim kemarau.

"Termasuk istirahat yang cukup, misalnya tidur siang juga sangat penting agar tubuh tetap sehat dan bugar," tuturnya.

Selain heat stroke , masyarakat diharapkan wasapda penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Karena cuaca kemarau saat ini juga berisiko memicu penyakit ISPA akibat udara menjadi lebih kering, berdebu, dan polusi udara lebih mudah menyebar.

"Dari pantauan di lapangan, cukup banyak warga terdampak ISPA belakangan ini, makanya tetap jaga kesehatan tubuh, bila perlu memakai masker saat keluar rumah," ucapnya.

Prakirawan BMKG Tanjungpinang Robbi A. Anugerah menyebut kondisi udara di Pulau Bintan dalam beberapa hari ke depan relatif kering dengan tiupan angin yang cukup kuat. Kondisi itu dapat menghambat pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan.

"Peluang hujan diperkirakan masih relatif rendah, sehingga cuaca cenderung lebih panas dan kering," kata Robbi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....