Panen Bersama di Toapaya Utara, Wagub Kepri Nyanyang Pastikan Atasi Pupuk Mahal

  • 20 Agt 2026 23:19 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, melakukan kunjungan kerja sekaligus panen bersama Kelompok Tani (Poktan) Bintan Jaya di Desa Toapaya Utara, Kabupaten Bintan. Wagub memuji kualitas serta hasil panen sentra nanas dan pepaya california yang terbebas dari hama maupun virus.

“Hasilnya bagus tidak kena virus, kombinasi pupuk cair dan pupuk kandang dari kotoran ayam secara optimal,” kata Nyanyang Haris Pratamura, Kamis 20 Agustus 2026.

Untuk mendukung kelancaran distribusi hasil panen, Nyanyang meminta penyiapan keranjang khusus penampung buah. Fasilitas pendukung ini sangat krusial agar kualitas komoditas unggulan seperti cabai, sayur katuk, dan jeruk purut tetap terjaga hingga ke tangan konsumen.

“Supaya menyiapkan keranjang untuk memaksimalkan hasil panen disini,” ujarnya.

Selain itu, lahan pertanian di wilayah tersebut juga sempat ditanami kacang panjang serta buncis yang kini telah memasuki masa akhir panen.

Pemerintah daerah terus berupaya memastikan ketersediaan pangan lokal guna memenuhi kebutuhan masyarakat di Pulau Bintan dan Kota Batam secara berkelanjutan.

“Selain memenuhi kebutuhan pangan lokal juga memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Batam,”tuturnya.

Pemerintah Provinsi Kepri bersama Pemerintah Kabupaten Bintan dan Kementerian Pertanian berkomitmen untuk selalu hadir mendampingi para petani di lapangan. Sinergi lintas instansi ini dibuktikan melalui peninjauan langsung ke lokasi pertanian bersama jajaran perangkat desa serta kecamatan setempat.

“Ini bukti nyata bahwa pemerintah hadir bersama para petani,”ucapnya.

Nyanyang menegaskan fokus utama pemerintah saat ini adalah mengatasi kendala ketersediaan dan tingginya harga pupuk akibat biaya distribusi logistik. Koordinasi intensif terus dilakukan agar penyaluran pupuk subsidi dapat berjalan tepat sasaran dan terjangkau bagi seluruh petani.

“Permasalahan utama pertania selama ini adalah pupuk, kami akan berkoordinasi bersama Kementan agar pupuk bersubsidi bisa disalurkan ke petani,” katanya, menegaskan.

Kepala Desa Toapaya Utara, Said, menjelaskan harga komoditas cabai, nanas, dan pepaya saat ini relatif stabil serta menguntungkan di pasaran. Kondisi harga tersebut jauh lebih baik dibandingkan dengan harga beberapa jenis komoditas pertanian lainnya yang cenderung mengalami penurunan.

“Harga ini jauh lebih baik disbanding jenis komoditas lainnya yang cenderung mengalami penurunan,” kata Said.

Ia juga mengungkapkan bahwa cuaca musim hujan sempat mengganggu perawatan tanaman cabai akibat serangan penyakit pada bagian pucuk. Namun, kendala fisik pada buah dapat diatasi dengan pemberian cairan dimethoate agar tampilan hasil panen tetap mulus dan berkualitas.

“Saat hujan kemarin itu ada serangan bahasa kami sebut itu penyakit embun bulu di bagian pucuk, namun dapat diatasi,”ujarnya.

Kapasitas pemanenan cabai sangat bergantung pada jumlah tenaga kerja yang dikerahkan di lapangan. Seorang pekerja rata-rata mampu memetik hingga 25 kilogram cabai dalam waktu setengah hari kerja.

“Sekali panen itu setengah hari perorang dapat memetic 25 kilogram,” katanya.

Ketua Kelompok Tani Bintan Jaya, Kaharudin (Ameng), mengelola lahan seluas delapan hektar untuk budidaya pepaya california, nanas, dan cabai hijau. Proses penanaman pepaya hingga panen perdana membutuhkan waktu delapan bulan dengan jadwal pemetikan rutin setiap tiga hari sekali.

“Untuk tanaman hingga pemasaran sejauh ini tidak ada kendala, untuk harga juga masih stabil,” kata Kaharudin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....