Dosen Sejarah UMRAH Raih Hibah Dana Indonesia Raya Kemenbud 2026
- 15 Agt 2026 00:09 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Tiga dosen Program Studi Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang berhasil meraih hibah Dana Indonesia Raya dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2026. Prestasi ini semakin membanggakan lantaran ketiganya harus bersaing dengan sekitar 17 ribu proposal yang masuk secara nasional.
Ketiga dosen tersebut adalah Wiwiek Anastasia, Tety Kurmalasari, dan Koordinator Prodi Sejarah FKIP UMRAH, Robby Patria. Mereka mengangkat tema besar seputar warisan budaya khas Kepulauan Riau (Kepri) yang nilainya tinggi namun mulai dilupakan generasi muda.
Secara keseluruhan, dosen UMRAH berhasil meloloskan sembilan proposal dalam program Dana Indonesia Raya 2026. Dari jumlah tersebut, tujuh proposal berasal dari FKIP, satu proposal dari Fakultas Teknik, dan satu proposal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Koordinator Prodi Sejarah FKIP UMRAH, Robby Patria, mengatakan akan menghadirkan sarana edukasi di ruang publik sekolah tentang permainan tradisional gasing dari Tambelan, Kabupaten Bintan. Ia mengaku permainan ini punya kedekatan personal baginya semasa kecil.
“Permainan gasing ini dulu permainan saya dan kawan-kawan sewaktu kami SD hingga SMP. Sekarang anak-anak SD di sana dan di perkotaan tak banyak yang tahu soal permainan gasing. Maka inilah yang saya angkat untuk diingat kembali oleh remaja sekolah,” ujar Robby Patria, Jumat, 14 Agustus 2026.
Tety Kurmalasari mengangkat penelitian mengenai permainan rakyat Gobang yang berkembang di Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas. Penelitian tersebut diharapkan dapat mendokumentasikan sekaligus menghidupkan kembali salah satu kearifan lokal Kepri.
Keberhasilan tiga dosen UMRAH menjadi semakin istimewa karena tingginya persaingan dalam program Dana Indonesia Raya. Berdasarkan data Kementerian Kebudayaan, jumlah proposal meningkat dari sekitar 300 pada 2024 menjadi sekitar 6.000 pada 2025, dan melonjak hingga sekitar 17 ribu proposal pada 2026.
Capaian tersebut menunjukkan meningkatnya daya saing riset dosen UMRAH di tingkat nasional, khususnya dalam pengembangan kajian berbasis budaya dan kearifan lokal. Riset tentang gasing Tambelan dan gobang Jemaja diharapkan tidak hanya menjadi dokumentasi akademik, tetapi juga mampu menumbuhkan kembali kecintaan generasi muda Kepri terhadap warisan permainan rakyat leluhur mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....