Program Studi Sejarah UMRAH, agar Generasi Muda Mengenal Akar Budayanya

  • 10 Jun 2026 15:59 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Lahirnya Program Studi (Prodi) Sejarah di Universitas Maritim Raji Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, berangkat dari kekhawatiran generasi muda yang saat ini sudah tidak mengenal lagi akar budaya melayu di daerah. Padahal, nilai-nilai budaya melayu di wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sangat banyak dan berkembang dengan sangat pesat dulunya.

Koordinator Prodi Sejarah UMRAH, Robby Patria, mengatakan saat ini kajian budaya melayu oleh masyarakat di Provinsi Kepri belum banyak dilakukan. Padahal banyak peneliti dari negara luar yang meneliti dan mempelajari sejarah di Kepri secara mendalam.

“Peneliti dari Eropa dan Amerika, melakukan penelitian sejarah di Kepri. Peneliti Malaysia sendiri objek kajiannya tidak jauh dari Kepri,” ujar Robby Patria, Rabu, 10 Juni 2026.

Dicontohkannya saat ini, generasi muda sudah banyak meninggalkan dan tidak tahu dengan jati diri budaya melayu. Dirinya mendapati anak-anak SD dan SMA yang berkunjung ke museum tidak mengenal sula, alat taradisonal membuka kelapa, bahkan mereka juga tidak mengenal namanya.

Dengan adanya program studi sejarah ini diharapkan generasi muda dapat diajarkan dan terbiasa dengan budaya melayu Kepri. “Jangan sampai melayu tercerabut dari akarnya, karena selama ini sejarah dan budaya melayu kurang diajarkan secara mendalam,” tuturnya.

Menurut Robby, mendirikan program studi sejarah sangat penting, sebab persoalan dan kemajuan suatu bangsa sangat bergantung pada pemahaman sejarah. Pengajaran sejarah harus diberikan kepada generasi muda agar mereka tidak lupa akan akar budaya dan sejarah bangsa.

“Tidak ada negera yang besar meninggalkan sejarahnya. Bahkan, Bung Karno pernah mengatakan jangan lupakan sejarah,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....