Wali Kota Lis Darmansyah Bekali 56 Calon Paskibraka Tanjungpinang

  • 13 Agt 2026 07:28 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang melakukan pembekalan kepada 56 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026 dengan tema ”Pancasila Ideologi Bangsa Indonesia. Pembekalan tersebut dilakukan di Hotel Alltrue Tanjungpinang, Selasa, 11 Agustus 2026, malam.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan para calon Paskibraka tidak dipilih hanya karena memiliki kemampuan baris-berbaris dan menjalankan tugas upacara. Mereka dipilih karena memiliki kemampuan, kedisiplinan, tanggung jawab, ketahanan mental serta semangat kebangsaan.

“Kalian anak-anak bangsa pilihan karena memiliki kemampuan, disiplin, tanggung jawab, ketahanan mental dan semangat kebangsaan,” ujar Lis Darmansyah.

Lis menegaskan, ketika berdiri di hadapan Sang Merah Putih, para Paskibraka tidak hanya membawa nama pribadi. Mereka juga membawa nama orang tua, keluarga, sekolah, Kota Tanjungpinang hingga Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Lis meminta, agar para calon Paskibraka tidak menganggap tugas tersebut sebagai kegiatan seremonial atau agenda tahunan semata. Status sebagai Paskibraka, menurutnya, merupakan kehormatan sekaligus kepercayaan yang harus dijaga melalui sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

“Ini adalah kehormatan, tanggung jawab dan kepercayaan yang diberikan kepada kalian,” ucapnya.

Dalam pembekalan tersebut, Lis menitipkan empat pesan utama kepada para calon Paskibraka. Yaitu, menjaga persatuan, menjadi teladan, mempertahankan kedisiplinan serta menjaga nama baik.

“Paskib adalah karakter seumur hidup, Setelah purna, kalian harus membawa karakter yang sudah ditanamkan,” tuturnya.

Lis menyebutkan, bentuk perjuangan generasi muda saat ini berbeda dengan perjuangan para pahlawan di masa lalu. Jika dahulu perjuangan dilakukan melalui senjata dan pengorbanan jiwa, kini generasi muda menghadapi berbagai persoalan seperti kemiskinan, ketertinggalan, narkoba, intoleransi, radikalisme, korupsi, hoaks, disinformasi, pengangguran hingga kerusakan lingkungan.

“Jangan pernah merasa perjuangan telah selesai. Kemerdekaan memang telah diraih, tetapi Indonesia masih harus terus diperjuangkan,” katanya.

Pembekalan juga membahas Pancasila sebagai ideologi dan falsafah bangsa, perjalanan Pancasila dalam sejarah Indonesia. Selain itu, juga membahas, nilai dan fungsi Pancasila serta makna Merah Putih bagi anggota Paskibraka.

Lis berharap, pengalaman menjadi Paskibraka dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup para peserta setelah menyelesaikan tugas. Nilai-nilai yang diperoleh selama pembinaan diharapkan terus diterapkan sehingga membentuk karakter dan semangat pengabdian kepada bangsa.

“Kalian mengukir Sejarah, paling tidak, bakti kalian kepada bangsa saat mengibarkan Sang Merah Putih tetap hidup,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....