AI Diperkenalkan UMKM, Pemko Tanjungpinang Siapkan Produk Tembus Pasar Nasional
- 05 Agt 2026 20:58 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang mulai mendorong pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai upaya meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pemasaran, serta memperkuat daya saing produk lokal hingga ke pasar nasional. Program tersebut diperkenalkan melalui pelatihan AIM ASEAN AI bagi pelaku UMKM yang digelar di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Rabu, 5 Agustus 2026.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan perkembangan teknologi tidak dapat dihindari sehingga pelaku UMKM harus mampu beradaptasi. Menurutnya, pemanfaatan AI dapat membantu pelaku usaha menghasilkan desain produk lebih cepat, meningkatkan efisiensi, sekaligus mendukung pengembangan usaha di tengah persaingan yang semakin ketat.
”Teknologi ini suka tidak suka harus kita ikuti. Pelaku UMKM tidak boleh tertinggal,” ujar Lis Darmansyah.
Lis menjelaskan, Pemko Tanjungpinang telah menyiapkan 10 produk unggulan UMKM yang akan diperkenalkan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Pemerintah juga melakukan kerja sama dengan jaringan ritel modern agar produk lokal memiliki akses pemasaran yang lebih luas dan mampu bersaing di tingkat nasional.
”Kita harus menyiapkan produk yang mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan pasar yang lebih besar,” ucapnya.
Selain membuka akses pasar, Pemko Tanjungpinang akan membantu meningkatkan kualitas kemasan produk melalui dukungan peralatan pengemasan yang bersumber dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Lis menilai kemasan yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk tanpa membebani biaya produksi yang tinggi.
”Kita akan membantu dari sisi kemasan, kalau biaya kemasan terlalu tinggi, harga produk ikut mahal dan daya saingnya turun, ini yang akan kita benahi,” tuturnya.
Lis menambahkan, sejumlah produk khas Tanjungpinang seperti lakse beku, abon gonggong, sambal gonggong, hingga berbagai olahan otak-otak memiliki peluang besar dipasarkan secara nasional. Namun, pelaku UMKM juga harus mampu menjaga kapasitas produksi agar dapat memenuhi permintaan pasar secara berkelanjutan.
”Kalau jaringan ritel membutuhkan 3.000 produk setiap bulan, pelaku UMKM harus siap memenuhinya secara konsisten,” katanya.
Anggota DPD RI Komite IV Dapil Kepri, Dwi Ajeng Sekar Respaty, mengatakan UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2026, terdapat sekitar 64,2 juta UMKM di Indonesia yang berkontribusi sebesar 61,07 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menyerap sekitar 117 juta tenaga kerja atau 97 persen dari total tenaga kerja nasional, serta menyumbang sekitar 60,4 persen terhadap investasi nasional.
”UMKM adalah tulang punggung bagi perekonomian nasional,” ujar Dwi Ajeng Sekar Respaty.
Menurutnya, pelatihan AI ini merupakan hasil kolaborasi AIM ASEAN, DPD RI, Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang, DPRD Provinsi Kepri, dan JNE. Melalui pelatihan tersebut, para pelaku UMKM diharapkan mampu memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.
”Kami ingin pemanfaatan AI benar-benar membantu pelaku UMKM meningkatkan produktivitas dan memperluas pasar,” ucapnya.
Pelatihan AIM ASEAN AI diikuti 400 peserta yang dibagi dalam dua gelombang, masing-masing 200 peserta pada 5 Agustus dan 200 peserta pada 6 Agustus 2026. Peserta berasal dari berbagai sektor usaha, seperti kuliner, kerajinan, fashion, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga jasa digital, dengan materi yang disampaikan oleh trainer dan fasilitator berpengalaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....