Pengamat Ingatkan Risiko Kerusakan Jalan Selama Pengalihan Arus

  • 05 Agt 2026 11:00 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Bintan – Pengalihan arus lalu lintas akibat perbaikan sejumlah ruas jalan di Kabupaten Bintan perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Meningkatnya volume kendaraan di jalan dinilai berpotensi mempercepat kerusakan infrastruktur.

Pengamat Kebijakan Publik, Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Raja Haji Tanjungpinang, Ferizone, mengatakan kondisi tersebut semakin terasa ketika curah hujan tinggi, terutama pada ruas jalan yang menjadi jalur alternatif menuju Tanjung Uban. Beberapa titik mulai mengalami kerusakan akibat beban kendaraan yang di lalui yang meningkat.

“Dengan meningkatnya volume kendaraan dan kondisi cuaca, ada beberapa titik jalan lama yang mulai mengalami kerusakan,” kata Ferizone, Rabu, 5 Agustus 2026.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan jalan alternatif tetap dalam kondisi layak selama proses perbaikan ruas utama berlangsung. Hal itu penting agar mobilitas masyarakat tidak terganggu dan kerusakan jalan tidak semakin meluas.

Dirinya menilai koordinasi antarlevel pemerintahan juga diperlukan karena sebagian ruas jalan berada di bawah kewenangan provinsi maupun pemerintah pusat. Penentuan kewenangan akan memengaruhi kecepatan penanganan kerusakan.

“Pemerintah perlu memastikan ruas jalan alternatif tetap terawat selama proses pengalihan arus berlangsung,” ujarnya.

Ia menambahkan kondisi jalan yang rusak dapat berdampak pada kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Karena itu, pemeliharaan jalan tidak boleh hanya berfokus pada ruas utama, tetapi juga jalur alternatif yang digunakan masyarakat setiap hari.

Menurut Ferizone, peningkatan aktivitas kendaraan berat turut memberikan tekanan terhadap daya tahan jalan. Kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui pemeliharaan berkala dan pengawasan terhadap penggunaan jalan.

“Jalan alternatif juga harus menjadi prioritas pemeliharaan karena saat ini menanggung beban lalu lintas yang lebih besar,” tuturnya.

Ferizone berharap pemerintah daerah dapat melakukan pemetaan titik-titik yang mulai mengalami kerusakan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kerusakan yang lebih parah dan menjaga kelancaran konektivitas di Kabupaten Bintan.

“Pemetaan kerusakan harus dilakukan sejak dini agar penanganannya lebih cepat dan efisien,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....