Kriminalitas Kepri Naik 13,89%: Demi Investasi, Kejahatan Sekecil Apa Pun Ditindak

  • 03 Agt 2026 17:14 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI. CO. ID, Tanjungpinang - Polda Kepulauan Riau (Kepri) mencatat kenaikan angka gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta kriminalitas sebesar 13,89 persen pada semester pertama tahun 2026. Penyebab naiknya angka kriminal di Kepri salah satunya dikarenakan tidak mempunyai sumber daya alam yang berlimpah seperti Provinsi lainnya, hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah Se- Provinsi Kepulauan Riau di Gedung Daerah Kota Tanjungpinang.

"Angka kriminal di Kepri naik pada semester pertama 2026 capai 13.89 persen," kata Irjen Pol Asep Safrudin, Senin, 3 Agustus 2026.

Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menjelaskan lonjakan angka tersebut justru dipicu oleh komitmen jajarannya yang menindak tegas dan memproses hukum setiap kejahatan, sekecil apa pun, tanpa pembiaran. Langkah represif ini diambil demi menjaga reputasi dan iklim investasi di wilayah Kepri.

Menurutnya, Kepulauan Riau berbeda dengan provinsi lain yang kaya sumber daya alam seperti kelapa sawit, batu bara, nikel, atau boksit. Kekuatan utama Kepri terletak pada posisi geografis yang strategis.

"Karena itu, iklim investasi dan kepastian keamanan menjadi barometer utama selain pelayanan publik," ujarnya.

Asep mencontohkan penanganan tegas kasus pencurian besi di Batam yang langsung dipimpinnya hingga dijadikan bahan kajian akademis bersama Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Sebab, pembiaran terhadap kejahatan kecil dapat membentuk stigma negatif yang memicu kepindahan investor ke daerah lain.

"Kejahatan sekecil apapun harus kita tangani dengan serius, jangan sampai di wilayah Kepri menjadi satu fenomena kejahatan itu dibiarkan," katanya.

Selain di darat, ketegangan penegakan hukum juga ditingkatkan di wilayah perairan. Jajaran Polair Polda Kepri baru-baru ini berhasil mengungkap kasus perompakan di Selat Philip hingga ke tingkat penadah. Pengungkapan ini mendapat apresiasi langsung dari Maritime Security Singapore dan menjadi perhatian industri kargo internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....