Penggunaan Gadget Berlebihan Ancam Fokus dan Produktivitas Sehari-hari

  • 31 Jul 2026 18:26 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Perkembangan teknologi digital di era industri 5.0 dinilai membawa pengaruh besar terhadap perilaku masyarakat maupun aparatur sipil negara (ASN). Kemudahan akses internet dan penggunaan gawai saat ini disebut memberikan dampak positif sekaligus tantangan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, mengatakan kemajuan teknologi sangat membantu aktivitas pekerjaan dan komunikasi masyarakat. Namun di sisi lain, penggunaan gadget yang berlebihan juga dapat mengganggu fokus dan produktivitas kerja.

“Teknologi seperti pisau bermata dua, membantu pekerjaan tetapi juga bisa mengganggu fokus jika tidak dikendalikan dengan baik,” ujar Teguh Susanto, Jumat, 31 Juli 2026.

Ia menjelaskan derasnya arus informasi di media sosial membuat masyarakat harus memiliki kemampuan literasi digital yang baik. Menurutnya, tidak semua informasi yang beredar di internet dapat dipastikan kebenarannya sehingga masyarakat perlu lebih bijak dalam menyaring informasi.

“Kalau literasi digital kita rendah, semua informasi bisa ditelan mentah-mentah tanpa disaring terlebih dahulu,” katanya.

Media sosial juga dapat memengaruhi pola pikir dan emosi masyarakat melalui berbagai informasi yang belum tentu benar. Ia mencontohkan maraknya informasi hoaks dan ujaran kebencian di media sosial yang kerap memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kemudahan membuat konten membuat siapa saja bisa menyebarkan informasi, termasuk informasi yang belum tentu benar,” tuturnya.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Provinsi Kepri, Afitri Susanti, mengatakan ketergantungan anak terhadap gadget tidak terlepas dari pola asuh orang tua di rumah. Menurutnya, kebiasaan memberikan gawai kepada anak sejak usia dini dapat membentuk pola perilaku yang sulit dikendalikan.

“Pola asuh orang tua menjadi faktor besar terbentuknya ketergantungan anak terhadap gadget,” ujar Afitri Susanti.

Ia menjelaskan penggunaan gadget secara berlebihan dapat memicu perubahan perilaku pada anak, mulai dari rasa malas, menurunnya daya nalar, hingga emosi yang sulit dikendalikan. Kondisi tersebut bahkan dapat memengaruhi kesehatan mental anak apabila terus berlangsung tanpa pengawasan.

“Ketergantungan gadget yang berlebihan dapat memicu perubahan perilaku hingga kecenderungan depresi pada anak,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....