Siswa MTs Aqidatunnajin Ikuti ASAS Digital Berbasis Android
- 07 Jun 2026 08:39 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Lingga - MTs Aqidatunnajin mulai menerapkan sistem ujian berbasis Android dalam pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Genap Tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya sekolah meningkatkan efektivitas pelaksanaan ujian sekaligus memperkuat kejujuran peserta didik saat mengerjakan soal.
Pelaksanaan ASAS diawali dengan ujian Al-Qur'an yang mencakup tilawah, imlak, dan tahfiz pada 25–26 Mei serta 2 Juni 2026. Setelah itu, siswa melanjutkan ujian mata pelajaran umum menggunakan aplikasi ExamBrowser yang berlangsung mulai 3 hingga 11 Juni 2026.
Kepala MTs Aqidatunnajin, Syafrini Zein, mengatakan asesmen bukan sekadar mengisi lembar jawaban, melainkan alat ukur untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari selama satu semester.
"Guru bisa mengetahui tingkat penguasaan materi setiap siswa. Dari hasil itu, guru juga dapat mengevaluasi metode pembelajaran yang diterapkan selama ini," kata Syafrini, Sabtu 6 Juni 2026.
Menurutnya, hasil asesmen menjadi bahan penting untuk memperbaiki strategi mengajar. Jika diperlukan, pembelajaran dapat dikombinasikan dengan praktik atau pendekatan lain agar materi lebih mudah dipahami siswa.
Di sisi lain, penggunaan aplikasi ExamBrowser menjadi pengalaman pertama bagi MTs Aqidatunnajin. Ketua Pelaksana ASAS Genap 2026, Ilfa Sastika, mengakui panitia masih melakukan penyesuaian terutama dalam proses pengunggahan soal ke sistem.
"Yang perlu diperhatikan justru teknis pengelolaan soal sebelum dimasukkan ke aplikasi. Untuk aplikasinya sendiri cukup baik karena siswa tidak bisa membuka aplikasi lain saat ujian berlangsung," ujarnya.
Ilfa menyebut ExamBrowser membuat jalan pintas siswa saat ujian menjadi semakin sempit. Jika biasanya godaan membuka aplikasi lain selalu ada, kini siswa hanya bisa fokus menatap soal yang tersedia di layar.
Meski mengedepankan sistem digital, sekolah tetap menyediakan alternatif ujian menggunakan kertas dan pena bagi siswa yang belum dapat menggunakan perangkat Android. Kebijakan itu dilakukan agar seluruh peserta tetap bisa mengikuti asesmen tanpa hambatan.
"Kami pernah mengalami soal tiba-tiba mengecil, sulit masuk aplikasi, bahkan soal hilang saat ujian berlangsung. Karena itu kami mencari aplikasi yang lebih sederhana dan stabil," katanya.
Melalui penerapan ujian berbasis Android ini, MTs Aqidatunnajin berharap mampu membangun budaya kejujuran akademik sejak dini. "Semoga nilai yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan siswa dan menjadi hasil belajar yang murni," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....