Tips Mengawasi Anak Bermedsos tanpa Terlalu Mengekang

  • 21 Mei 2026 15:36 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Penyuluh Hukum Kanwil Kementerian Hukum Kepulauan Riau, Siska Sukmawaty, mengingatkan pentingnya komunikasi hangat antara orang tua dan anak dalam menghadapi perkembangan media sosial di era digital. Hal itu disampaikannya dalam program Jendela Kepri di Studio Pro 1 RRI Tanjungpinang, Kamis, 21 Mei 2026.

Menurut Siska, orang tua tidak perlu menunggu anak terbuka lebih dulu untuk mulai berkomunikasi. Ia menilai percakapan sederhana tentang aktivitas sehari-hari dapat membantu membangun kedekatan emosional dengan anak.

“Kalau mereka belum mau komunikasi, kita yang duluan cerita,” ujar Siska.

Selain membangun komunikasi, orang tua juga diminta aktif mengenal lingkungan pertemanan anak, termasuk di media sosial. Dengan berteman di media sosial, orang tua dapat memantau aktivitas anak secara lebih bijak tanpa bersikap berlebihan.

Siska mengatakan anak tetap memiliki hak privasi, termasuk menggunakan kata sandi pada telepon genggamnya. Namun, keterbukaan dengan orang tua tetap harus dijaga sebagai bentuk komitmen bersama dalam penggunaan media sosial.

“Biarkan anak punya password, tapi ketika orang tua meminta untuk melihat, anak tetap mau membuka,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya orang tua memahami perkembangan zaman dan hal-hal yang sedang digemari anak muda saat ini. Menurutnya, orang tua perlu meluangkan waktu menemani anak agar komunikasi tetap terjalin dengan baik.

Siska menegaskan orang tua harus menjadi teladan bagi anak-anaknya dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai sikap dan kebiasaan orang tua akan menjadi contoh yang mudah ditiru oleh anak.

Selain keluarga, sekolah juga dinilai memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang sadar hukum dan berkarakter. Karena itu, orang tua diharapkan aktif berkomunikasi dengan guru untuk mengetahui perkembangan anak di lingkungan sekolah.

Perlindungan terhadap anak tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau sekolah semata. Menurutnya, keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah harus bekerja sama untuk melindungi anak dari dampak negatif media sosial.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....