UMRAH Dorong Penerapan Sains Terapan di Pelatihan Sabun Ramah Lingkungan
- 30 Jul 2026 13:06 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang tingkatkan keterampilan dan kepedulian lingkungan ibu-ibu Majelis Taklim melalui pelatihan literasi sains terapan dan pembuatan sabun cuci piring ramah lingkungan. Kegiatan tersebut merupakan Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek Tahun 2026.
Ketua Tim Pengabdian UMRAH Tanjungpinang, Inelda Yulita, mengatakan Majelis Taklim Nurul Mizan selama ini aktif sebagai wadah pembinaan keagamaan bagi ibu-ibu. Pihaknya ingin melengkapi kegiatan majelis taklim dengan keterampilan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Peserta mendapatkan materi literasi sains melalui pelatihan pembuatan sabun cair ramah lingkungan, pemanfaatan limbah kulit jeruk, hingga pelatihan pengemasan dan pemasaran produk. Diharapkan kegiatan tersebut selaian dapat memberikan pengetahuan dan meningkatkan produktivitas ibu-ibu serta memberikan manfaat ekonomi.
“Harapannya, mereka memiliki keterampilan baru yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga maupun dikembangkan menjadi peluang usaha," ujar Inelda Yulita, Rabu, 29 Juli 2026.
Menurutnya, pemanfaatan limbah kulit jeruk menjadi salah satu nilai tambah, selain mengurangi limbah organik rumah tangga, bahan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari produk yang lebih ramah lingkungan dan mendukung gaya hidup berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keberdayaan mitra, baik dari aspek produksi maupun sosial kemasyarakatan.
Dari aspek produksi, peserta telah mampu membuat sabun cuci piring secara mandiri. Sementara pada aspek sosial, peserta mulai menerapkan pemanfaatan limbah organik rumah tangga dan memiliki kepedulian yang lebih tinggi terhadap pengelolaan lingkungan.
"Kami berharap ibu-ibu dapat terus mempraktikkan keterampilan ini di rumah, membagikan pengetahuan kepada masyarakat sekitar, bahkan mengembangkannya menjadi usaha rumahan sehingga manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan," tuturnya.
Ketua Majelis Taklim, Dini Sofiyani, mengaku pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru. Dirinya bersama ibu ibu yang lainnya, sudah bisa membuat sendiri dan memahami bahwa limbah kulit jeruk juga bisa dimanfaatkan.
“Semoga ilmu ini dapat kami praktikkan dan menjadi peluang usaha bagi anggota majelis taklim kedepannya," kata Dini Sofiyani.
Melalui program ini, UMRAH terus mendorong penerapan ilmu pengetahuan yang sederhana, aplikatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sekaligus mendukung upaya pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan melalui pendekatan sains terapan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....