UMRAH Dorong Penguatan Warisan Budaya Melayu Kepri Melalui FGD
- 14 Jul 2026 14:16 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Penguatan Heritage Culture Governance dalam Pelestarian dan Pengembangan Warisan Budaya Tak Benda Melayu di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau". Kegiatan yang berlangsung di Ruang Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau, Kompleks Lembaga Adat Melayu (LAM) Dompak, ini merupakan bagian dari pelaksanaan Penelitian Pendanaan Internal UMRAH Tahun 2026 sekaligus program pengabdian kepada masyarakat, Senin, 13 Juli 2026.
FGD tersebut bertujuan memperkuat tata kelola pelestarian budaya Melayu, khususnya warisan budaya tak benda (WBTB). Hal ini, melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan kebudayaan.
Kepala Bidang Adat, Tradisi, dan Karya Budaya Tak Benda Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau, Harry Prima Putra, menyambut baik inisiatif UMRAH dalam mendukung pelestarian WBTB. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, akademisi, dan Balai Pelestarian Kebudayaan menjadi langkah penting untuk memperkuat upaya inventarisasi dan pengembangan budaya Melayu.
”Sampai saat ini Kepri telah memiliki 111 Warisan Budaya Tak Benda yang telah ditetapkan oleh Kementerian,” ujar Harry Prima Putra.

Harry menjelaskan, selama ini Dinas Kebudayaan Kepri terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota dalam menggali potensi budaya daerah untuk diusulkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Ia juga mengapresiasi dibukanya program studi sejarah di UMRAH yang dinilai dapat melahirkan lebih banyak kajian ilmiah mengenai kebudayaan Melayu.
”Nantinya bukan hanya pemerintah dan Balai Pelestarian Kebudayaan yang bergerak, tetapi juga akademisi melalui penelitian dan pengabdian,” ucapnya.
Ketua Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UMRAH, Nur Ilmiah Rivai, mengatakan FGD diselenggarakan untuk menghimpun berbagai pandangan dan masukan dari para pemangku kepentingan. Hal ini, mengenai tata kelola pelestarian warisan budaya tak benda di Tanjungpinang.
”Hasil diskusi ini akan menjadi pertimbangan bagi tim peneliti UMRAH dalam merumuskan langkah strategis pada penelitian dan pengembangan budaya Melayu ke depan,” ujar Nur Ilmiah Rivai.

Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UMRAH dalam mendukung pelestarian budaya lokal melalui riset dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan tata kelola warisan budaya tak benda di Kepri semakin kuat serta mampu menjaga identitas budaya Melayu bagi generasi mendatang.
”Terima kasih kepada bapak ibu untuk waktu yang telah diluangkan untuk hadir di tempat FGD,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....