WiFi Publik Tanjungpinang Tetap Beroperasi di 48 Titik meski Sedang Efisiensi
- 29 Jul 2026 09:26 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pemerintah Kota Tanjungpinang memastikan layanan WiFi publik tetap berjalan di 48 titik pada 2026 meski kebijakan efisiensi anggaran belum memungkinkan adanya penambahan lokasi baru. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan tetap mendukung kebutuhan masyarakat dalam mengakses layanan internet di ruang publik, Rabu, 29 Juli 2026.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, mengatakan hingga saat ini tidak ada pengurangan jumlah titik WiFi publik. Menurutnya, pemerintah tetap mempertahankan layanan yang telah tersedia agar masyarakat tetap memperoleh akses internet secara gratis.
”Belum ada penambahan karena efisiensi anggaran, tetapi juga tidak ada pengurangan, 48 titik WiFi publik tetap beroperasi," ujar Teguh Susanto.
Teguh menjelaskan, puluhan titik WiFi publik tersebut tersebar di berbagai fasilitas umum. Yaitu, Lapangan Pamedan Ahmad Yani, Taman Laman Bunda, Taman Batu 10, Taman Revolusi Mental, Taman Anjung Cahaya, Balai Penyuluhan KB Madong, halaman Kantor Kelurahan Senggarang, serta sejumlah lokasi lainnya di Kota Tanjungpinang.
Teguh juga menanggapi laporan masyarakat mengenai jaringan WiFi di kawasan Lapangan Pamedan Ahmad Yani yang disebut lambat, setelah dilakukan pengecekan oleh tim di lapangan, jaringan dinyatakan berfungsi dengan baik. Hasil penelusuran menunjukkan keluhan tersebut terjadi karena pengguna mencoba mengakses jaringan dari luar jangkauan sinyal WiFi.
”Setelah kami konfirmasi, ternyata pengguna mengakses WiFi dari lokasi yang berada di luar jangkauan sinyal,” ucapnya.
Teguh menambahkan, layanan internet Pemerintah Kota Tanjungpinang menggunakan penyedia jasa internet lokal dengan alokasi anggaran sekitar Rp200 juta. Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk mendukung layanan internet di organisasi perangkat daerah (OPD), puskesmas, sekolah, hingga fasilitas WiFi publik.
Ia mengimbau masyarakat memanfaatkan fasilitas WiFi publik secara bertanggung jawab. Lalu menggunakannya untuk kegiatan yang bermanfaat dan tidak untuk hal yang negatif
”WiFi publik terbuka untuk siapa saja, Tinggal bagaimana penggunanya memanfaatkan fasilitas itu,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....