Mahasiswa UGM Salurkan 260 Buku untuk Perkuat Literasi di Tanjungpinang

  • 12 Jul 2026 14:30 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan program Roda Jelajah Buku sebagai upaya mendukung penguatan budaya literasi di Kota Tanjungpinang. Melalui program tersebut, sebanyak 260 buku disalurkan kepada 10 Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang tersebar di Tanjungpinang dan sebagian wilayah Kabupaten Bintan, Sabtu, 11 Juli 2026.

Koordinator Mahasiswa Klaster Sosial Humaniora UGM, Nadine Tatianna, mengatakan Roda Jelajah Buku merupakan salah satu program kerja KKN yang dirancang untuk mengoptimalkan potensi lokal melalui peningkatan akses bacaan bagi masyarakat, khususnya anak-anak. Buku yang disalurkan berasal dari Perpusnas dan TBM Yogyakarta.

”Roda Jelajah Buku merupakan salah satu program kerja KKN yang bertujuan memaksimalkan sumber daya lokal di Tanjungpinang,” ujar Nadine Tatianna, Minggu, 12 Juli 2026.

Nadine menjelaskan, kegiatan distribusi buku dilaksanakan dalam satu hari, meski proses persiapannya telah dilakukan sejak beberapa minggu sebelumnya. Selain program tersebut, mahasiswa KKN UGM juga menyiapkan kegiatan lain, seperti Dunia Cerita Kampung Bugis dan Kembara Jelita Budaya yang akan digelar di Kampung Bugis, Sungai Ladi, dan Pulau Penyengat.

”Harapan kami program ini dapat meningkatkan kegiatan literasi dan membuat TBM semakin dikenal, baik di tingkat kota maupun provinsi,” ucapnya.

Owner TBM Inspira, Dewi Yurita Agustin, menyambut baik bantuan buku yang diberikan melalui program tersebut. Menurutnya, keikutsertaan TBM Inspira sebagai salah satu penerima menjadi langkah awal untuk berkontribusi dalam gerakan literasi di Tanjungpinang.

“Sebagai TBM yang masih baru, ini menjadi langkah awal bagi kami untuk terlibat dalam gerakan literasi di Kota Tanjungpinang,” ujar Dewi Yurita Agustin.

Menurutnya, minat literasi masyarakat mulai menunjukkan perkembangan positif. Namun, ia menilai keberadaan TBM masih perlu dipromosikan secara lebih luas agar semakin dikenal masyarakat dan mampu menarik lebih banyak partisipasi, baik sebagai pegiat maupun pengunjung.

”Kedepan perlu ada berbagai terobosan yang lebih kreatif agar semakin banyak masyarakat mengetahui keberadaan TBM dan ikut terlibat dalam kegiatan literasi,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....