DPK Tanjungpinang Gelar Bimtek Kepenulisan Berbasis Budaya Lokal
- 18 Mei 2026 21:16 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Tanjungpinang mendorong lahirnya penulis muda yang mampu memperkenalkan budaya daerah melalui karya tulis kreatif. Upaya tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Camat Tanjungpinang Barat, Senin, 18 Mei 2026.
Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kota Tanjungpinang, Augus Raja Unggul mengatakan, pelestarian budaya lokal perlu terus diperkuat di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi. Menurutnya, generasi muda harus dikenalkan dengan budaya daerah agar tidak kehilangan identitas budayanya sendiri.
“Kalau tidak dijaga dari sekarang, masyarakat lama-lama bisa tidak lagi mengenal budaya sendiri,” ujar Augus Raja Unggul.

Augus menyebutkan, berbagai unsur budaya lokal dapat diwariskan melalui tulisan, mulai dari sejarah daerah, adat istiadat, kuliner Melayu, sastra, pakaian adat, permainan tradisional, pengobatan Melayu hingga teknologi maritim Melayu. Menurutnya, budaya lokal merupakan identitas daerah yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
“Harus terus dijaga dan dilestarikan, karena apabila tidak, budaya lokal bisa perlahan hilang di tengah arus globalisasi,” ucapnya.
Para peserta diminta mampu menghasilkan tulisan yang menarik, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi pembaca. Ia berharap para peserta dapat menjadi agen literasi di lingkungan masing-masing serta ikut mendorong tumbuhnya budaya baca di masyarakat.
“Tulisan yang baik itu bukan sekadar bagus secara teknis, tapi juga bisa memberi manfaat dan membuat orang tertarik membaca sampai selesai,” tuturnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tanjungpinang, Meitya Yulianty, menjelaskan, bimbingan teknis berbasis konten budaya lokal tersebut merupakan tahun kedua. Pelaksanaan program tersebut didukung dana nonfisik dari Perpustakaan Nasional.
”Bimbingan teknis ini merupakan tahun kedua, dan pelaksanaannya didukung dana non fisik dari perpusnas,” ujar Meitya Yulianty.

Menurutnya, peserta mendapatkan pembekalan mulai dari teknik penulisan, pengenalan budaya lokal hingga penyuntingan karya. Nantinya, tulisan peserta akan diseleksi dan diterbitkan dalam bentuk buku antologi budaya lokal untuk dimanfaatkan di perpustakaan.
“Tanjungpinang memiliki tradisi literasi Melayu yang kuat, termasuk melahirkan tokoh besar seperti Raja Ali Haji dari Pulau Penyengat,” ucapnya.
Kepala Bidang Pelayanan Perpustakaan, Sony Andriana Kusuma, menambahkan, kegiatan tersebut diikuti 100 peserta dari kalangan pustakawan, pengelola perpustakaan, pegiat literasi, mahasiswa, pelajar hingga masyarakat umum. Bimbingan teknis berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Mei 2026.
”Saya harap kegiatan tersebut mampu melahirkan karya-karya yang dapat memperkenalkan budaya lokal Tanjungpinang,” ujar Sony Andriana Kusuma.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....