Program Kepri Terang, 6 PLTS Komunal Kini Pasok Listrik di Pulau Terluar
- 10 Jun 2026 09:36 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kepri, M. Darwin, mengumumkan bahwa enam unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal telah resmi beroperasi di wilayahnya. Fasilitas ramah lingkungan ini tersebar di tiga wilayah, yakni tiga unit di Kota Batam, dua unit di Kabupaten Lingga, dan satu unit di Kabupaten Karimun, Rabu 10 Juni 2026.
Infrastruktur kelistrikan ini dibangun melalui kolaborasi antara PT PLN dan PT Surya Energi Indotama (SEI). Target utamanya adalah menghadirkan sistem pencahayaan bagi masyarakat di pulau-pulau terluar yang selama ini belum terjangkau jaringan listrik konvensional.
“Target utamanya menghadirkan sitem pencahayaan bagi masyarakat di pulau-pulau terluar,” kata M. Darwin.
Darwin menyatakan Keberadaan satu titik PLTS komunal ini diklaim mampu menyuplai kebutuhan energi bagi ratusan rumah tangga. Sebagai contoh, fasilitas yang berada di Pulau Panjang, Batam, saat ini sudah berhasil mengalirkan listrik untuk sekitar 200 kepala keluarga (KK).
Setiap rumah tangga mendapatkan alokasi daya mandiri sebesar 1.000 kWh dari pembangkit surya tersebut. Oleh karena itu, warga diharapkan dapat bijak mengatur konsumsi energi harian mereka agar pasokan tetap stabil.
“Kita mengimbau warga bijak mengatur konsusmi energi hariannya agar pasokan tetap stabil,” ujarnya.
Darwin mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan alat elektronik seperti lampu, kipas angin, dan televisi demi menjaga konsumsi daya. Pola efisiensi ini sangat penting agar pasokan listrik dari PLTS bisa terus dinikmati secara penuh selama 24 jam.
Sistem pembangkit komunal di Kepri ini mengandalkan bank baterai sebagai media penyimpanan daya utama. Pola kerja off-grid ini mendistribusikan setrum ke rumah warga terutama pada malam hari, setelah sebelumnya menyerap energi matahari di siang hari.
“Pembangkit komunal ini mengandalkan bank baterai sebagai media penyimpanan daya utama,” ucapnya.
Pemerintah daerah juga telah menyiapkan langkah antisipasi berupa penyediaan mesin genset sebagai cadangan pasokan energi. Fasilitas darurat ini akan diaktifkan apabila panel surya gagal menghimpun energi matahari akibat cuaca mendung atau hujan.
“Pemerintah menyiapkan langkah antisipasi dengan penyediaan mesin genset,” tuturnya.
Pemanfaatan tenaga surya ini merupakan wujud nyata komitmen daerah dalam mendukung transisi energi global menuju Net Zero Emission. Melalui langkah ini, Kepri berupaya menekan emisi dan jejak karbon operasional secara drastis dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Menurutnya, dari sisi ekonomi, operasional harian sistem plts ini dinilai jauh lebih murah dan efisien jika dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Meski demikian, Darwin tidak menampik bahwa proyek ini membutuhkan investasi awal yang cukup besar untuk pengadaan panel serta baterai.
“PLTS efektif mengurangi beban tagihan listrik serta lebih ramah lingkungan,” katanya.
Penggunaan teknologi ini terbukti efektif dalam memangkas beban biaya tagihan listrik sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Melalui program "Kepri Terang", Pemprov Kepri bersama PLN berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan PLTS komunal ini ke pulau-pulau terpencil lainnya.
Langkah masif ini diharapkan dapat segera menuntaskan masalah ketimpangan akses listrik di wilayah pelosok. Pada saat yang sama, optimalisasi energi surya di Kepri ini menjadi sokongan kuat bagi target capaian bauran energi bersih di tingkat nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....