Pemko Tanjungpinang Gelar Operasi Pasar Murah Sambut Iduladha 1447 H

  • 24 Mei 2026 15:20 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang menggelar kegiatan Operasi Pasar Murah di Halaman Gedung Tengku Mandak, Bintan Center, Minggu, 24 Mei 2026. Kegiatan tersebut disambut antusias masyarakat yang memanfaatkan kesempatan membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, mengatakan, operasi pasar murah dilakukan sebagai upaya pemerintah menstabilkan harga bahan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Iduladha. Menurutnya, kenaikan harga merupakan dampak dari tingginya permintaan pasar.

“Justru untuk mengatasi jangan sampai harga terlalu tinggi, kita adakan pasar murah,” ujar Raja Ariza.

Raja Ariza menyebutkan, minyak goreng dan beras menjadi komoditas yang paling diminati masyarakat dalam operasi pasar tersebut. Pemerintah Kota Tanjungpinang juga mengapresiasi keterlibatan sejumlah distributor dan pelaku usaha yang ikut membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kita apresiasi kepada Dsayur dan Bulog yang ikut membantu masyarakat,” ucapnya.

Ketua Asosiasi Distributor Barang Pokok (Adibapok) Kota Tanjungpinang, Sadmi Al Qayyum, mengatakan, kegiatan pasar murah merupakan hasil kerja sama antara distributor bahan pokok dengan Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Sejumlah distributor, Bulog, pelaku UMKM, hingga petani lokal turut terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, pemerintah kota bersama asosiasi distributor dapat menghadirkan harga pangan yang lebih terjangkau,” ujar Sadmi Al Qayyum.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang, Riany mengatakan, operasi pasar murah digelar satu hari dengan memanfaatkan momentum akhir pekan agar masyarakat lebih leluasa berbelanja. Menurutnya, tingginya minat masyarakat membuat stok minyak goreng yang awalnya disiapkan sebanyak 100 dus kembali ditambah.

“Karena antusias masyarakat sangat tinggi, distributor kembali menambah stok menjadi total 180 dus,” ujar Riany.

Ia menambahkan, harga minyak goreng yang dijual dalam operasi pasar lebih murah dibanding harga pasaran. Selain distributor bahan pokok, kegiatan tersebut juga melibatkan pelaku UMKM dan asosiasi petani lokal untuk mendukung ketersediaan pangan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

“Minyak kita itu harga di pasar HET kita Rp15.700, harga di sini Rp15.000, jadi antusias dari ibu-ibu rumah tangga, masyarakat luar biasa,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....