Monitoring BPMP Kepri manfaatkan Digitalisasi Pembelajaran dan Dampak di Kelas

  • 21 Mei 2026 12:10 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Bintan - Transformasi pendidikan digital di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih menghadapi beragam tantangan, mulai dari ketimpangan pelatihan hingga kendala geografis wilayah kepulauan. Kondisi ini menjadi perhatian serius Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) setempat untuk memastikan bantuan sarana digital benar-benar berdampak pada kualitas pembelajaran.

Sebagai tindak lanjut, BPMP Kepri menggelar Monitoring Pemanfaatan Bantuan Sarana Digitalisasi Pembelajaran pada 17–22 Mei 2026 di tujuh kabupaten/kota. Kegiatan menyasar PAUD, SD, SMP, hingga SMA di Bintan, Karimun, Anambas, Lingga, Natuna, Batam, dan Tanjungpinang.

“Kami ingin memastikan perangkat digital ini benar-benar digunakan untuk meningkatkan kualitas belajar di kelas,” ujar Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kepri, Warsita, Rabu, 20 Mei 2026.

Warsita menjelaskan, monitoring ini tidak hanya berfungsi sebagai pengawasan administratif, tetapi juga sebagai mekanisme evaluasi implementasi program digitalisasi pembelajaran. Evaluasi diarahkan agar implementasi digitalisasi pembelajaran lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan pada konteks daerah kepulauan.

“Monitoring ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program digitalisasi,” katanya.

Tim monitoring melakukan observasi, verifikasi, dan pendokumentasian langsung di sekolah penerima bantuan. Wawancara dengan kepala sekolah, guru, dan peserta didik dilakukan untuk memotret praktik pembelajaran digital di kelas.

“Fokus kami 70 persen pada observasi fakta lapangan dan 30 persen pada diskusi tindak lanjut,” tuturnya.

Selain memetakan pemanfaatan perangkat seperti Papan Interaktif Digital (PID), BPMP Kepri juga mengidentifikasi kendala pemeliharaan dan kompetensi guru. Keterbatasan jaringan internet serta kondisi antar pulau turut memengaruhi efektivitas penggunaan perangkat.

“Kami juga menggali praktik baik sekolah yang sudah optimal memanfaatkan perangkat digital,” ujarnya.

Hasil monitoring akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan penguatan program digitalisasi pembelajaran di Kepri. BPMP berharap data objektif ini dapat mendorong pemerataan kualitas pendidikan digital di seluruh wilayah kepulauan.

“Bantuan pemerintah harus memberi dampak nyata terhadap proses belajar mengajar,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....