Dinkes Tanjungpinang Ingatkan Warga Waspadai Penyebaran Hantavirus dari Tikus

  • 13 Mei 2026 14:52 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB (Dinkesdalduk KB) Kota Tanjungpinang, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Hantavirus. Virus ini ditularkan melalui tikus dan sering tidak disadari karena memiliki gejala mirip demam biasa, Rabu, 13 Mei 2026.

Kepala Dinkesdalduk KB Kota Tanjungpinang, Rustam, mengatakan, masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus di sekitar rumah. Hal ini, agar dapat mencegah risiko penularan virus tersebut.

“Prinsipnya lingkungan kita harus bebas dari tikus, karena kebersihan rumah harus dijaga dan sampah harus dikelola dengan baik,” ujar Rustam.

Rustam menjelaskan, Hantavirus merupakan penyakit yang gejalanya sulit dikenali karena menyerupai penyakit lain seperti demam biasa, dengue maupun leptospirosis. Gejala awal yang umum muncul antara lain demam, nyeri otot, sakit kepala, mual dan tubuh terasa lemas.

”Sulit dibedakan, karena virus ini mirip dengan penyakit demam,” ucapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat tidak menyadari telah terpapar Hantavirus karena menganggap hanya mengalami sakit demam biasa. Sehingga, Kementerian Kesehatan akan menyiapkan pemeriksaan khusus guna membantu identifikasi kasus.

“Nanti ada tes dari Kemenkes supaya bisa diketahui,” tuturnya.

Rustam menambahkan, hantavirus bukan penyakit yang hanya ditemukan di luar negeri. Paparan virus tersebut juga pernah ditemukan di Indonesia dan berkaitan erat dengan keberadaan tikus sebagai pembawa virus.

”Itu kan sudah ada di Indonesia juga, Entah virus kan sebetulnya kan memang sudah ada,” katanya.

Berbeda dengan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, hantavirus menyebar melalui urin, kotoran atau air liur tikus yang mencemari udara maupun permukaan benda. Penularan dapat terjadi saat seseorang menghirup debu yang telah terkontaminasi, terutama ketika membersihkan ruangan kotor atau area sarang tikus.

Ia menyebutkan, lingkungan yang kotor, tumpukan sampah, saluran air yang tidak terawat hingga gudang lembap dapat menjadi tempat berkembangnya tikus pembawa penyakit. Sehingga, perlunya menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker saat membersihkan area berdebu atau tempat yang banyak ditemukan kotoran tikus untuk mengurangi risiko paparan virus.

“Yang paling penting itu pencegahan. Jangan biarkan rumah kotor dan banyak tikus, karena itu bisa menjadi sumber penyakit,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....