Kebijakan Ekonomi Perlu Disesuaikan, Upah Tak Sejalan Kebutuhan Hidup
- 29 Apr 2026 14:37 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Stagnannya pertumbuhan upah dalam jangka panjang dinilai berdampak langsung terhadap ketahanan ekonomi buruh dan keluarganya. Kondisi ini membuat banyak pekerja kesulitan menjaga keseimbangan antara pendapatan dan kebutuhan hidup yang terus meningkat.
Pengamat Ekonomi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan, M. Isa Alamsyahbana, menilai ketergantungan pada pekerjaan formal maupun informal saja tidak lagi cukup. Buruh, menurutnya, perlu didorong memiliki alternatif penghasilan melalui sektor ekonomi kreatif.
“Dalam jangka panjang, ekonomi kreatif bisa menjadi solusi tambahan ketika upah tidak lagi mampu menutup kebutuhan harian,” ucap M. Isa Alamsyahbana, Rabu, 29 April 2026.
Ia menjelaskan, aktivitas seperti usaha kecil, perdagangan rumahan, hingga pemanfaatan keterampilan individu dapat menjadi penopang ekonomi keluarga. Langkah ini dinilai realistis mengingat peluang peningkatan upah secara signifikan tidak selalu terjadi setiap tahun.
“Kita dituntut punya alternatif lain di luar pekerjaan utama agar ekonomi keluarga tetap bertahan,” katanya.
Isa berharap pemerintah dapat meninjau kembali program prioritas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Evaluasi kebijakan dinilai penting agar program yang ada benar-benar menjawab kebutuhan riil buruh di lapangan.
“Beberapa kebijakan mungkin perlu dievaluasi dan disesuaikan kembali dengan kondisi yang ada,” tuturnya.
Ia menambahkan, kebijakan ekonomi sebaiknya tidak diseragamkan di seluruh daerah tanpa mempertimbangkan karakteristik masing-masing wilayah. Penyesuaian program di tingkat daerah dianggap kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
“Setiap daerah punya keunikan, sehingga kebijakan perlu disesuaikan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....