Dalam 3 Tahun Terakhir Kasus Malaria Meningkat di Kota Tanjungpinang
- 29 Apr 2026 08:39 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Sejak 3 tahun terahir kasus penyakit malaria di Kota Tanjungpinang menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kasus penyakit tersebut terdapat di dua kelurahan di Kota Tanjungpinang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinan, Sri Handono, mengatakan Kota Tanjungpinang berhasil meraih status eliminasi malaria pada tahun 2014. Artinya tidak terjadi penularan malaria di Kota Tanjungpinang.
Namun, pada tahun 2024 terjadi penularan malaria di Kota Tanjungpinang. Kasus-kasus tersebut terutama terjadi di wilayah Kelurahan Senggarang dan Kelurahan Kampung Bugis.
"Sejak 2014 kita tidak ada penularan kasus, namun tahun 2024 terjadi peningkatan kasus malaria," ujar Sri Handono, Rabu, 29 April 2026.
Pada tahun 2024 selama satu tahun, tercatat sebanyak 229 kasus. Kemudian di tahun 2025 jumlah kasus menurun menjadi 53 kasus malaria.
"Sementara untuk tahun 2026 hinggq bulan April, dalam empat bulan terakhir sudah tercatat 29 kasus," tuturnya.
Dengan status eliminasi malaria, bukan berarti benar-benar terbebas dari penyakit malaria. Karena banyak faktor yang mempengaruhinya, seperti di bawa orang dari luar daerah, yang kemudian menjadi mewabah.
Kemudian didukung oleh karakteristik wilayah dan lingkungan di suatu wilayah. Untuk wilayah Kampung Bugis dan senggarang memiliki banyak kolam air pasang surut serta kolam bekas galian tambang.
Jika, kolam tersebut tidak dipelihara dengan baik tentunya akan berpotensi menjadi tempat berkembang nyamuk malaria. Wilayah tersebut menjadi reseptif, yaitu wilayah yang memiliki potensi besar untuk memunculkan kasus jika ada parasit malaria yang menyebar.
"Nyamuk, manusia dan parasit yang ada diwilayah tersebut memiliki potensi penyebaran penyakit malaria. Inilah yang terjadi di dua wilayah tersebut,"katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....