Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus Bagai Fenomena Gunung Es

  • 27 Apr 2026 10:37 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Kekerasan, khususnya kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus bukan merupakan hal yang baru. Apalagi ditambah dengan perkembangan teknologi, menjadi permasalahan tersebut sulit untuk dihindari.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UMRAH, Nikodemus, mengatakan kekerasan seksual di lingkungan kampus merupakan fenomena puncak dari gunung es. Masalah ini, tidak hanya viral baru-baru ini, sebenarnya sudah berlangsung lama dan hanya menampakkan bagian pemukaannya saja.

Kasus yang viral baru-baru ini, kekerasan berbasis gender secara online berbentuk lelucon di group chat dan sejenisnya. Kekerasan seperti ini tidak dapat dihindari dengan perkembangan teknologi informasi yang cukup pesat saat ini.

“Perkembangan teknologi informasi saat ini membuka peluang besar untuk terjadinya kekerasan berbasis gender secara online, khususnya kekerasan seksual,” ujar Nikodemus, Senin, 27 April 2026.

Untuk di UMRAH, tren kasus kekerasan berbasis gender online justru meningkat dari tahun ke tahun. Melalui Badan Perlindungan dan Pengaduan (BGO), pihaknya banyak mendapat laporan terkait dengan kasus tersebut.

Beberapa diantaranya sulit dilacak karena pelakunya menggunakan username yang tidak ditemukan. Dicontohkannya terkait pelaporan foto yang tidak pantas yang diedit melalui kecerdasan buatan (AI) yang kemungkinan digunakan untuk mengancam.

PPKS meminta bantuan Universitas untuk melacak username pengirim ancaman tersebut, tetapi tidak berhasil. Tentunya ini menjadi salah satu kelemahan dari institusi pendidikan yang tidak memiliki kapasitas untuk melakukan pelacakan seperti di kepolisian.

“Terkait hal ini, pihaknya menanyakan kembali ke pelapor untuk kasus ini dibawa ke ranah hukum atau tidak. Karena kasus tersebut dapat dilacak dan ditindak lanjuti secara hukum,” tuturnya.

Pihaknya mengimbau kepada mahasiswa agar sadar dan waspada serta melaporkan kejadian kekerasan seksual terutama yang berbasis gender online. Mahasiswa juga diharapakn untuk memahami dan bertanggung jawab ketika menggunakan dan berinteraksi di dunia maya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....