BPMP Kepri Targetkan penerimaan SPMB 2026 Sesuai Daya Tampung Sekolah
- 16 Apr 2026 17:55 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Bintan – Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai melakukan pendampingan intensif terkait Penyusunan Daya Tampung Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Langkah ini diambil untuk memastikan kesesuaian antara jumlah peserta didik dengan kapasitas ruang kelas yang tersedia di seluruh wilayah kepri.
Kepala BPMP Kepri, Warsita, menegaskan bahwa penentuan daya tampung tahun ini harus didasarkan pada perhitungan yang matang dan pemetaan wilayah yang akurat. Salah satu target utamanya adalah meniadakan sistem pembagian waktu belajar ganda atau double shift di sekolah-sekolah agar kualitas pembelajaran tetap terjaga.
"Tahun ini diharapkan tidak ada lagi sekolah yang menerapkan double shift, penerimaan siswa harus sesuai dengan jumlah siswa per rombongan belajar (rombel)," ujar Warsita, Rabu, 15 April 2026.
Ia mengingatkan seluruh pihak agar mematuhi Permendikdasmen Nomor 26 Tahun 2025 yang menjadi acuan baku dalam menetapkan rasio jumlah murid dengan rombongan belajar. Dirinya menekankan bahwa penentuan kuota tidak bisa hanya melihat kapasitas fisik sekolah negeri, melainkan harus melibatkan sekolah swasta sebagai mitra strategis.
"Kita harus melihat potensi lulusan di setiap kecamatan dan membaginya dengan jumlah sekolah yang ada, baik negeri maupun swasta," ucapnya.
Selain fokus pada infrastruktur, BPMP juga memperkuat kolaborasi dengan Bidang Pembinaan Ketenagaan (KGTK) untuk memastikan kesiapan dan penguatan guru di dalam rombongan belajar. Hal ini dilakukan agar pertambahan siswa selaras dengan kualitas tenaga pendidik yang mendampingi.
“Kami pastikan Kesiapan guru sebagai tenaga pendidik dalam proses belajar mengajar,” tuturnya
Pendampingan yang dilakukan selama dua hari, 15 - 16 April 2026 ini, merupakan bagian dari upaya besar dalam mencapai Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan. Pencapaian SPM yang berkualitas harus dimulai sejak tahap paling awal, yakni proses penerimaan murid baru yang transparan dan terukur sesuai daya tampung di lapangan.
Melalui sinkronisasi data ini, diharapkan seluruh calon siswa di Provinsi Kepulauan Riau dapat tertampung di satuan pendidikan yang layak tanpa mengabaikan standar kenyamanan ruang kelas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....