Keterbatasan Air Mempengaruhi Target Penanaman Padi Gogo
- 14 Apr 2026 11:52 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Menyikapi keterbatasan air yang terjadi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) penanaman padi Gogo disesuaikan ketersedian air di masing-masing wilayah. Selain itu juga disikapi dengan mengurangi target tanam, namun ketika kondisi air kembali normal target penanamanya kembali di gencarkan.
Ketua Kelompok Susbstansi Penerapan dan Penilaian Kesesuaian, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau, Firsta Anugerah, mengatakan berdasarkan patauan pihaknya untuk padi yang ditanam pada akhir tahun kemarin, kondisi panen di awal tahun masih cukup baik. Karena, pada masa vegetatif tanaman mendapatkan air dari curah hujan pada akhir tahun.
“Pada saat pengisian bulir, tanaman masih terisi dengan baik sehingga hasil panennay di awal tahun cukup memuaskan,” ujar Firsta Anugerah, Selasa, 14April 2026.
Memasuki musim kemarau yang dimulai pada bulan Januari hingga Maret 2026 dengan curah hujan yang berkurang. Penanaman padi gogo disesuaikan dengan ketersediaan air di lokasi yang memungkinkan.
Dicontohkannya, di Kabupaten Bintan ditargetkan penanaman sekitar 2,5 hektar di wilayah yang masih ada ketersediaan airnya. Begitu di kabupaten lainnya di Kepri, dengan target luas penanaman kurang dari 5 hektar per kabupaten menyesuaikan kondisi airnya.
“Dimusim kemarau baik di Bintan dan kabupaten lainnya di Kepri pengembangan padi gogo sedikit berkurang,” katanya.
Pada bulan April dan Mei tahun 2026 pengembangan akan kembali di tingkatkan sesuai dengan arahan dari Kementerian Pertanian. Target penanaman di masing-masing kabupaten juag akan ditambah, karena curah hujan di bulan tersebut cukup tinggi berdasarkan prakiraan BMKG.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....