Bappenas: Museum dan Monumen Bahasa di Pulau Penyengat Jadi Magnet Wisata Dunia

  • 11 Apr 2026 21:24 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian Bappenas RI Medrilzam menilai rencana pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata. Menurutnya, potensi tersebut akan semakin kuat apabila pembangunan museum dan monumen telah rampung. Keberadaannya diyakini mampu menarik wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Pulau Penyengat ini sangat besar potensinya untuk wisata sejarah dan kebudayaan,” kata Medrilzam di Pulau Penyengat, Jumat 10 April 2026.

Ia menegaskan akan terus mendorong realisasi pembangunan Museum dan Monumen Bahasa di Pulau Penyengat. Hal ini tidak terlepas dari nilai sejarah kawasan tersebut, termasuk kaitannya dengan lahirnya bahasa Indonesia.

“Kami berharap keunggulan ini dapat menarik wisatawan luar negeri, terlebih lagi jika ada event berskala internasional,” ujarnya.

Medrilzam juga mengaku terkesan dengan keindahan Pulau Penyengat. Ia menyampaikan hal tersebut setelah mengunjungi sejumlah titik, seperti Masjid Penyengat, Balai Adat, hingga lokasi rencana pembangunan monumen dan museum.

“Kalau ke Kepri sangat disayangkan tidak sampai ke Penyengat. Menurut saya, ini bisa menjadi magnet tersendiri,” tuturnya.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyampaikan bahwa peletakan batu pertama Museum dan Monumen Tugu Bahasa direncanakan berlangsung pada Juni mendatang. “Kita lagi menunggu lelang manajemen konstruksi. Perkiraan kita bulan Juni sudah mulai berjalan,” ucap Ansar Ahmad.

Ia menambahkan, kehadiran museum dan monumen tersebut diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Kepri, khususnya Tanjungpinang. Dengan tingginya wisatawan yang datang, nantinya juga akan berdampak terhadap pertumbuhan dan perputaran perekonomian di Tanjungpinang, khususnya di Pulau Penyengat.

Ansar Ahmad mengatakan, Pulau Penyengat merupakan salah satu pusat peradaban Melayu yang harus terus dijaga. Pulau Penyengat ini adalah warisan besar peradaban Melayu. "Kita punya tanggung jawab untuk menjaga dan merawatnya,” katanya.

Ansar kembali menegaskan, Pemprov Kepri akan terus mendorong pengembangan kawasan ini secara berkelanjutan. Ia berharap dukungan pemerintah pusat, agar pengembangan Penyengat bisa terintegrasi, baik dari sisi infrastruktur maupun pelestarian budayanya.

"Kita berharap dukungan pemerintah pusat agar pengembangan Penyengat bisa terintegrasi," katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....