Pemko Tanjungpinang Salurkan Air Bersih Hadapi Kemarau Panjang

  • 29 Mar 2026 11:50 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang terus berupaya membantu masyarakat dalam menghadapi dampak musim kemarau yang menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah. Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan, bahwa langkah penanganan telah dilakukan sejak 3 bulan lalu terjadinya kekeringan, Minggu, 29 Maret 2026.

Lis menyebutkan, sejak tiga bulan lalu Pemko Tanjungpinang telah mengerahkan armada untuk mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak. Saat ini, terdapat sekitar tujuh armada, termasuk kendaraan pick up, yang setiap hari beroperasi mulai pagi hingga malam hari untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.

”Udah 7 sampai 9 ton air bersih disalurkan kemarin,” ujar Lis Darmansyah.

Lis menjelaskan, armada tersebut bekerja dari pukul 07.00 WIB hingga sekitar pukul 01.00 WIB dini hari guna memastikan distribusi air dapat menjangkau sebanyak mungkin wilayah yang mengalami kekurangan air bersih. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah terhadap kebutuhan mendesak masyarakat.

“Dari pagi jam 7 sampai jam 1 malam mereka kerja ya,” ucapnya.

Selain itu, Pemko Tanjungpinang juga menginstruksikan kepada pihak kelurahan agar turut berperan aktif dalam penyaluran air bersih. Kelurahan yang memiliki kendaraan operasional seperti pick up diminta membantu pengangkutan air untuk disalurkan ke warga yang membutuhkan.

”Saya menginstruksikan kelurahan, apabila ada yang punya mobil pickup, untuk mengisi tangki minimal mereka bisa mensupply,” tuturnya.

Lis mengapresiasi kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), yang telah mendukung penyediaan sumber air untuk kemudian didistribusikan oleh Pemko kepada masyarakat. Kolaborasi ini dinilai penting dalam mengatasi krisis air yang terjadi.

“Terima kasih juga kepada PDAM yang sudah membantu kita untuk mengambil air untuk mendistribusikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, Pemko Tanjungpinang berencana melakukan kajian terkait titik-titik sumber air baku di wilayah yang rawan mengalami kekeringan. Hal ini bertujuan untuk menemukan solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan ketersediaan air bersih.

”Tahun ini kita akan ada lakukan kajian di mana titik-titik terkait dengan sumber air baku,” katanya.

Lis menambahkan, bahwa pentingnya upaya penghijauan dengan menanam tanaman yang mampu menyerap dan menyimpan air. Ia mengimbau masyarakat, untuk tidak sembarangan menanam jenis tanaman yang justru membutuhkan banyak air, melainkan memilih tanaman yang dapat membantu menjaga ketersediaan air tanah.

”Kita harapkan adalah tanaman-tanaman yang betul-betul menyerap dan menyimpan air, seperti tanaman buah,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....