Desil Berubah, Kartu Bima Sakti Jadi Solusi Warga

  • 09 Sep 2026 08:21 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menyebutkan Kartu Bima Sakti menjadi solusi bagi masyarakat yang mengalami perubahan desil penerima bantuan. Perubahan data desil dinilai belum tentu menggambarkan kondisi ekonomi warga yang sebenarnya di lapangan.

Hal tersebut saat Lis Darmanyah menyerahkan langsung Kartu Bima Sakti kepada sejumlah warga yang belum mengambil maupun mengaktivasi kartu, Selasa, 8 September 2026. Penyerahan dilakukan dengan mendatangi rumah penerima di sejumlah wilayah Kota Tanjungpinang.

Lis mengatakan, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang akan berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk membahas data kependudukan dan masyarakat yang masuk dalam kategori desil penerima bantuan. Menurutnya, perubahan desil dapat terjadi, bahkan warga yang sebelumnya berada pada desil rendah dapat berpindah ke desil yang lebih tinggi.

“Desil 2 tiba-tiba naik ke desil 7, desil 1 ke desil 9, ini tentu soal desil, kasihan masyarakatnya, tapi dengan Kartu Bima Sakti ini tentunya lebih fleksibel,” ujar Lis Darmansyah.

Lis menjelaskan, proses perbaikan desil membutuhkan waktu sehingga pemerintah daerah tidak dapat langsung mengubah data ketika menemukan warga yang dinilai masih membutuhkan bantuan. Sehingga, informasi dari perangkat daerah hingga tingkat kelurahan dan kecamatan menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam memastikan kondisi masyarakat.

“Untuk perbaikan desil itu prosesnya tidak tahu pasti kapan selesainya, maka Kartu Bima Sakti itulah yang meng-cover ini,” ucapnya.

Lis menambahkan, pemerintah tetap melakukan penyaringan terhadap penerima bantuan agar program tepat sasaran. Lebih dari 100 penerima telah dikeluarkan dari daftar setelah kondisi ekonominya dinilai tidak lagi sesuai dengan kriteria penerima bantuan.

“Kita harapkan orang-orang yang layak mendapat bantuan, dialah yang harus kita perjuangkan,” tuturnya.

Salah satu penerima Kartu Bima Sakti, Djoko Susanto (57), warga Jalan Srimulyo, Gang Apel, Kelurahan Bukit Cermin, mengaku terharu setelah wali kota datang langsung ke kediamannya. Djoko yang masuk dalam desil 1 sebelumnya belum pernah menerima bantuan pemerintah dan belum mengambil kartu karena telah lima bulan mengalami sakit.

“Pak Wali berikan kartu, bantuan dari Dinsos dan alhamdulillah ada dana juga,” ucap Djoko.

Ia berharap program bantuan Pemerintah Kota Tanjungpinang dapat terus berjalan. Sehingga, bisa memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Tidak semua harapan kita bisa terlaksana, paling tidak Pak Lis sudah berbuat,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....