Wali Kota Lis Darmansyah Ingatkan Masyarakat Jangan Remehkan Batuk

  • 09 Sep 2026 17:36 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh batuk yang berlangsung terus-menerus. Ia meminta warga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendeteksi kemungkinan Tuberkulosis (TB) sejak dini.

Hal tersebut disampaikan saat meluncurkan Tracing Tuberkulosis (TB) yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kantor Kelurahan Tanjung Unggat, Rabu, 9 September 2026. Lis mengatakan, pemeriksaan sejak munculnya gejala menjadi langkah penting untuk mencegah penyakit berkembang semakin parah.

“Kalau ibu bapak batuk-batuk jangan anggap batuk itu biasa, karena bisa saja kita tidak tahu kalau itu gejala TB,” ujar Lis Darmansyah.

Lis menyebutkan, perubahan pola pikir masyarakat diperlukan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan TB. Ia mengajak warga tidak menunggu penyakit menjadi parah sebelum mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

“Yang terpenting mindset kita berubah, lebih baik mencegah daripada mengobati,” ucapnya.

Lis menjelaskan, TB merupakan penyakit menular yang menyerang sistem pernapasan. Namun, TB saat ini dapat disembuhkan apabila penderita menjalani pengobatan secara tepat dan disiplin.

“Sekarang TB itu penyakit yang bisa disembuhkan, dulu susah diobati, tapi sekarang sangat mudah sekali mengobati penyakit TB,” tuturnya.

Lis berharap, integrasi tracing TB dengan program CKG dapat mendorong masyarakat lebih aktif melakukan pemeriksaan kesehatan. Semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan sehingga risiko penularan dapat ditekan.

“Semakin dini kita mengetahui maka semakin cepat kita untuk penanganannya. Pada intinya kita hindari risiko,” katanya.

Ia menambahkan, agar masyarakat segera membawa anggota keluarga ke fasilitas kesehatan apabila mengalami batuk secara terus-menerus. Menurutnya, langkah tersebut penting agar kondisi kesehatan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

“Kalau ada keluarga yang batuk terus-menerus, bapak ibu ambil inisiatif membawa ke fasilitas kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan,” katanya, menjelaskan.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, Rustam, mengatakan CKG dan pengendalian TB menjadi dua program yang saat ini menjadi prioritas pemerintah. Upaya tersebut sejalan dengan target pemerintah untuk mewujudkan Indonesia bebas TB pada Tahun 2030.

”Cek Kesahatan Gratis dan pengendalian Tuberkulosis adalah 2 program yang menjadi prioritas pemerintah,” ujar Rustam.

Untuk memperkuat peran masyarakat, Pemko Tanjungpinang juga memperkenalkan Gerakan Antar Warga Periksa TB atau Gasak TB. Gerakan ini mendorong masyarakat dan kader membantu menemukan warga yang memiliki gejala maupun berisiko tinggi terkena TB agar segera menjalani pemeriksaan di fasilitas kesehatan.

Rustam mengatakan, tracing TB kemudian diintegrasikan dengan CKG dan Gasak TB untuk mempercepat penemuan kasus. Pelaksanaannya melibatkan Dinas Kesehatan, puskesmas, kecamatan, kelurahan, kader, tokoh masyarakat serta sejumlah pihak terkait.

“Perkiraan kasus TB Tanjungpinang untuk satu tahun 1.800 kasus, sampai saat ini baru 24 persen yang bisa kita temukan, jadi masih cukup banyak yang kita cari,” ucapnya.

Tracing TB dilaksanakan di 87 lokus dengan sasaran 100 orang pada setiap lokus. Pemeriksaan mencakup CKG, pemeriksaan TB, pengambilan dahak hingga pemeriksaan rontgen. Kegiatan tersebut berlangsung mulai 9 September hingga 27 November 2026.

Selain itu, cakupan CKG di Tanjungpinang saat ini baru mencapai sekitar 45 ribu orang dari target 120 ribu orang hingga akhir tahun. Rustam optimistis target tersebut masih dapat dikejar karena dalam beberapa bulan terakhir jumlah pemeriksaan telah mencapai 800 hingga 1.000 orang per bulan.

Penelusuran warga yang berisiko juga dilakukan kader secara door to door atau rumah ke rumah. Warga yang ditemukan memiliki gejala TB akan diarahkan menjalani pemeriksaan dan mendapatkan pengobatan hingga dinyatakan sembuh.

“Keterlibatan kader dan masyarakat sangat penting untuk menemukan warga yang berisiko agar bisa segera diperiksa dan ditangani,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....