BMKG Catat Lonjakan Karhutla di Bintan akibat Minim Curah Hujan

  • 18 Mar 2026 14:01 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya peningkatan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Bintan. Hal ini diakibat minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir, Rabu, 18 Maret 2026.

Kepala BMKG Tanjungpinang, Ahmad Kosasih, mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan selama sepekan terakhir, sejumlah titik kebakaran terdeteksi dengan sebaran terbanyak berada di Kabupaten Bintan. Yaitu pada wilayah Bintan Utara, Gunung Kijang, dan Seri Kuala Lobam.

“Dalam satu pekan terakhir, kami mencatat beberapa kejadian karhutla,” ujar Ahmad Kosasih.

Kosasih menyebutkan, puncak kejadian karhutla terjadi pada 14 Maret 2026 dengan total sekitar 19 titik panas (hotspot) di Kabupaten Bintan. Dari jumlah tersebut, wilayah Gunung Kijang menjadi daerah dengan titik terbanyak, yakni mencapai 13 hotspot.

Selain itu, kebakaran juga terpantau di wilayah Mantang pada 15 Maret dengan tiga titik kejadian. Lalu, untuk Kota Tanjungpinang tidak ditemukan adanya indikasi kebakaran hutan dan lahan selama periode pemantauan tersebut.

Kosasih menjelaskan, pemantauan dilakukan menggunakan satelit Terra dan Aqua. Kemudian dianalisis dengan metode khusus untuk memastikan tingkat potensi kebakaran di wilayah tersebut.

“Misalnya untuk membuka lahan pertanian, api akan sulit dikendalikan, Apalagi jika disertai angin yang cukup kencang,” ucapnya.

Menurutnya, secara umum Pulau Bintan saat ini berada dalam kategori potensi kebakaran yang sangat tinggi. Hal ini dikarenakan, akibat lamanya periode tanpa hujan yang menyebabkan kondisi lahan menjadi kering.

Ia menambahkan, selain Kabupaten Bintan, beberapa wilayah lain seperti Natuna, Anambas, Batam, serta sebagian Lingga masuk dalam kategori risiko tinggi yang ditandai dengan zona merah. Sementara itu, wilayah Karimun dan sebagian Lingga bagian selatan masih berada pada kategori lebih rendah atau zona hijau.

”Natuna, Bintan, Anambas, Batam, dan sebagian Lingga masuk dalam zona merah,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....