BMKG Tanjungpinang: Cuaca Ekstrem Meningkat akibat Perubahan Iklim di Kepri

  • 04 Jun 2026 21:08 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut dampak perubahan iklim global mulai terlihat nyata di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya kejadian cuaca ekstrem serta pergeseran pola musim hujan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, Kamis, 4 Juni 2026.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Ahmad Kosasih, mengatakan, perubahan iklim merupakan fenomena global yang dipengaruhi aktivitas manusia di berbagai belahan dunia. Dampaknya dirasakan hingga ke daerah, termasuk Kepulauan Riau.

“Dampak yang paling nyata dapat kita lihat dari semakin sering terjadinya cuaca ekstrem, khususnya hujan dengan intensitas tinggi,” ujar Ahmad Kosasih.

Kosasih menyebutkan, hasil analisis BMKG menunjukkan adanya pergeseran puncak musim hujan di wilayah Tanjungpinang dan Bintan. Berdasarkan data klimatologi periode 1981-2010, puncak musim hujan terjadi pada bulan tertentu. Namun setelah dilakukan pembaruan analisis menggunakan data periode 1991-2020, puncak musim hujan bergeser hingga ke bulan April.

“Ini menjadi salah satu bukti dampak perubahan iklim global terhadap kondisi cuaca di daerah,” ucapnya.

Kosasih menjelaskan, berdasarkan catatan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), suhu rata-rata global telah melampaui ambang batas kenaikan 1,5 derajat Celsius yang selama ini menjadi perhatian dunia. Sementara itu, di wilayah Kepulauan Riau juga tercatat adanya tren kenaikan suhu udara setiap tahun.

“Kenaikan ini memang tidak terjadi secara drastis, tetapi konsisten dan menjadi salah satu indikator perubahan iklim yang perlu diwaspadai,” tuturnya.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, BMKG terus menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah, baik Pemerintah Kota Tanjungpinang maupun Pemerintah Kabupaten Bintan. Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk mengintegrasikan data dan informasi cuaca dalam mendukung kebijakan perlindungan lingkungan serta mitigasi bencana.

“Ini menjadi pekerjaan bersama yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, BMKG, dan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Pada momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BMKG juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan berperan aktif dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Salah satunya dengan mengurangi aktivitas yang berpotensi meningkatkan emisi gas rumah kaca, seperti mengurangi penggunaan bahan yang menghasilkan gas pencemar, membatasi penggunaan kendaraan bermotor untuk perjalanan dekat, serta menjaga lingkungan sekitar.

”Upaya ini harus dilakukan bersama-sama agar dampak perubahan iklim dapat diminimalkan,” katanya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....