Pulau Bintan Waspada Angin Kencang di Bulan Juni hingga September
- 10 Jun 2026 15:58 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Masyarakat di Pulau Bintan diharapkan untuk selalu waspada terhadap potensi angin kencang selama periode bulan Juni hingga bulan September. Selama periode tersebut Stasiun Meteorologi Kelas II Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, mencatat akan terjadi fenomena iklim khas yang dikenal Sumatera Squall.
Ketua Tim Prakiraan dan Analisa Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas II Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Hayu Nur Mahron, mengatakan secara umum, di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya, pada periode bulan Juni hingga bulan September, kondisi klimatologis menunjukkan bahwa angin yang berhembus berasal dari arah Selatan hingga barat daya. Pada periode ini, potensi hujan biasanya berupa hujan ringan hingga sedang dan terkadang dapat terjadi hujan lebat.
Hujan tersebut umumnya terjadi pada siang hari, meskipun dalam beberapa waktu juga dapat terjadi pada pagi hari maupun sore hari. “Hujan yang terjadi biasanya disertai dengan petir dan angin kencang, sehingga perlu diwaspadai oleh masyarakat selama periode tersebut,” ujar Hayu Nur Mahron, Rabu, 10 Mei 2026.
| Baca juga: Polsek Dabo Singkep Patroli Rawan Bencana |
Di periode tersebut, juga terdapat fenomena khas yang dikenal dengan Sumatera Squall yaitu kumpulan awan yang berbentuk berbaris. Fenomena ini terbentuk di sekitar wilayah Selat Malaka atau di daratan Riau dan bergerak menuju timur atau timur laut dan melewati Kepri.
“Umumnya, saat fenomena ini sampai di wilayah kita, waktu kedatangannya sekitar subuh hingga pukul sepuluh pagi,” tuturnya.
Sebelum hujan turun, biasanya terlihat barisan awan dari arah barat yang semakin mendekat. Fenomena ini secara khusus terjadi di wilayah Semenanjung Malaka termasuk Kepri.
“Fenomena Sumatera Squall, sebelum hujan sering kali juga terjadi angin kencang yang perlu diwaspadai,” ucapnya.
Fenomena Sumatera Squall di wilayah Kepri sering terjadi di wilayah Pulau Bintan, Batam, Karimun dan Lingga. Sementara, untuk wilayah Natuna dan Anambas fenomena ini jarang sekali terjadi.
Adapun Kecepatan angin pada Sumatera Squall, berdasarkan data historis BMKG kecepatan anginnya mencapai 15 knot. Kecepatan 15 knot setara sekitar 30 km/jam dan dalam kondisi tertentu kecepatan angin dapat mencapai antara 60 hingga 70 km/jam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....