Strategi Ketahanan Pariwisata Kepri di tengah Eskalasi Konflik Global

  • 17 Mar 2026 09:20 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad menjadi narasumber dalam webinar bertajuk Tourism Under Fire: Menyoroti Kerentanan Sektor Wisata Akibat Eskalasi Konflik Perang Internasional, Senin, 16 Maret 2026. Webinar yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni NHI Bandung bersama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia tersebut digelar secara daring melalui Zoom Meeting.

Pihaknya, memaparkan kondisi serta strategi penguatan sektor pariwisata di Kepulauan Riau di tengah dinamika geopolitik global. Ia menegaskan bahwa Kepri memiliki posisi strategis sebagai “Beranda NKRI” yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, Vietnam dan Kamboja.

Selain itu, wilayah Kepri juga berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka yang sangat vital. Jalur tersebut ada sekitar 80 ribu kapal dan 70 juta kontainer melintasi setiap tahunnya.

“Posisi strategis tersebut turut mendukung perkembangan sektor pariwisata di Kepulauan Riau,” ucap Ansar.

Sepanjang tahun 2025, Kepri tercatat menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara terbesar ketiga di Indonesia setelah Bali dan DKI Jakarta, dengan total kunjungan mencapai 2.027.037 orang. Ansar menilai dinamika geopolitik global harus diantisipasi dengan strategi yang adaptif agar sektor pariwisata tetap tangguh.

“Kepulauan Riau memiliki posisi yang sangat strategis sebagai beranda NKRI dan pintu gerbang wisatawan mancanegara. Karena itu kita harus memperkuat strategi pariwisata agar tetap resilien di tengah dinamika geopolitik global,” tuturnya.

Menurutnya, ketegangan internasional dapat memunculkan travel warning serta memengaruhi persepsi keamanan wisatawan terhadap suatu destinasi. Selain itu, fluktuasi harga minyak dunia juga berdampak pada kenaikan biaya transportasi udara maupun laut yang pada akhirnya memengaruhi mobilitas wisatawan.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Pemprov Kepri terus melakukan berbagai langkah penguatan sektor pariwisata. Salah satunya mendorong penggunaan autogate di keimigrasian serta optimalisasi kebijakan Visa on Arrival agar akses wisatawan ke Kepulauan Riau semakin mudah dan cepat.

Pemprov Kepri juga memperkuat pengembangan sektor sport tourism dan marine tourism sebagai keunggulan daerah kepulauan. Kepri juga mendorong diversifikasi pasar wisata melalui penguatan wisatawan nusantara.

“Kita optimistis target kunjungan 2,7 juta wisatawan mancanegara ke Kepri pada 2026 dapat tercapai melalui kolaborasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan pariwisata,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....