Faktor Sosial juga Mempengaruhi Tingkat Konsumsi Masyarakat di Momen Lebaran

  • 11 Mar 2026 14:38 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Tingginya tingkat konsumsi masyarakat di momen hari Raya Idul Fitri didorong oleh berbagai faktor. Salah satunya faktor sosial yang menganggap lebaran dan ramadan sebagai momen yang sakral.

“Salah satu sebabnya masyarakat menganggap momen lebaran dan ramadan sebagai momen yang sacral,” ujar Pengamat Sosial dari Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Rianto, Rabu, 11 Maret 2026.

Dalam menghadapi momen yang sakral, secara naluriah masyarakat akan mempersiapkan dan memberikan tampilan yang terbaik dan berbeda dari biasanya. Keadaan ini dilakukan untuk menunjukkan penghormatan terhadap sesuatu hal yang sakral tersebut.

Penghormatan terhadap sesuatu yang sakral ini tidak hanya di lakukan oleh kaum Muslimin tetapi juga dialkukan oleh agama lain. Saat menjelang hari raya mereka akan cenderung melakukan hal yang serupa.

“Ini didasari secara sosial dan buadaya, budaya masyarakat kita memang ingin menghormati sesuatu yang dianggap agung dan sakral,” tuturnya.

Maka, ketika hari raya yang dianggap sakral, tampilan nya harus berbeda dan terbaik. Mulai dari pakaian baru, hidangan juga harus yang terbaik. yang tidak muncul dihari biasa muncul di hari lebaran.

“Situasi ini juga di dorong merasa mampu yang kemudian membeli baju baru dan membuat menu-menu yang tidak biasa dari hari lainnya,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....