Harga Sapi Tinggi, Pemko Tanjungpinang Cari Solusi Stabilkan Daging
- 28 Feb 2026 08:48 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) terus berupaya mencari solusi terkait tingginya harga daging sapi di pasaran. Kenaikan harga dinilai dipengaruhi tingginya biaya pembelian sapi hingga distribusi dari daerah asal.
Kepala DPPP Kota Tanjungpinang, Robert Lukman, mengatakan harga sapi hidup di daerah pemasok saat ini telah mencapai sekitar Rp. 27,5 juta, per ekor dengan berat rata-rata 450 hingga 500 kilogram. Setelah proses pemotongan, bobot karkas yang dapat dijual hanya sekitar 220 kilogram sehingga harga jual harus menyesuaikan biaya produksi agar pedagang tidak mengalami kerugian.
“Pasti tekor penjual makanya dinaikkan dan ini sebenarnya udah udah lama ya,” ujar Robert Lukman, Sabtu, 28 Februari 2026.
Menurutnya, tingginya harga daging sapi tidak hanya terjadi di Tanjungpinang, namun juga merata di sejumlah daerah lain di Kepulauan Riau. Bahkan di beberapa wilayah seperti Karimun dan Dabo, harga daging sapi disebut mencapai Rp. 185 ribu hingga Rp. 200 ribu per kilogram, meski daerah tersebut tidak masuk dalam panel pengendalian harga nasional.
“Misalnya Karimun, Dabo itu tidak masuk panel, padahal di sana harganya lebih gila lagi,” ucapnya.
Robert menjelaskan, sebagian besar sapi potong yang dipasarkan di Tanjungpinang didatangkan dari Lampung melalui jalur Jambi sebelum masuk ke Kepri. Proses distribusi tersebut memerlukan biaya transportasi sekitar Rp. 3,7 juta hingga Rp. 3,8 juta per ekor, termasuk tambahan biaya penginapan ternak selama perjalanan yang turut memengaruhi harga jual di tingkat pedagang.
“Artinya besar biaya yang mereka butuhkan untuk perjalanan daripada kalau memang menjual sesuai dengan harga HET,” tuturnya.
Sebagai upaya pengendalian harga, Pemko Tanjungpinang bersama Pemprov Kepri telah berkoordinasi dengan asosiasi pedagang sapi potong dan instansi terkait untuk melakukan penghitungan ulang struktur biaya. Langkah ini diharapkan, dapat membuka peluang kebijakan atau diskresi harga agar pedagang tetap memperoleh keuntungan tanpa memberatkan masyarakat.
“Mudah-mudahan ada diskresi kebijakan, jadi mereka tidak dikejar-kejar,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini harga daging sapi segar di Tanjungpinang berkisar Rp. 175 ribu hingga Rp. 180 ribu per kilogram menjelang Lebaran, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp170 ribu per kilogram. Pihaknya memastikan, pengawasan terus dilakukan guna menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pasokan daging bagi masyarakat.
“Tapi tahun kemarin itu masih sekitar Rp. 170.000 per kilogram dalam lebaran,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....