Lis: Penataan Bazar UMKM Perlu Sinergi Pemko dan Pemprov

  • 28 Feb 2026 08:37 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menegaskan, pelaksanaan bazar di kawasan Bintan Center bukan dibatalkan, melainkan tidak dibuka dalam program pembinaan Pemerintah Kota (Pemko) tahun ini. Keputusan tersebut berkaitan dengan rencana rehabilitasi kawasan Pamedan yang sebelumnya menjadi lokasi kegiatan bazar dan pameran UMKM, Sabtu, 28 Februari 2026.

Lis menjelaskan, Pemko sebelumnya memperoleh informasi proses rehabilitasi kawasan Pamedan masih memungkinkan digunakan hingga Maret 2026. Namun, memasuki April, lokasi tersebut diperkirakan sudah tidak dapat dimanfaatkan sehingga perlu penyesuaian pelaksanaan kegiatan ekonomi masyarakat.

”Informasikan rencananya kan ada rehab di Pamedan, sampai Maret masih bisa, April yang mungkin sudah nggak bisa,” ujar Lis Darmansyah.

Menurutnya, polemik pelaksanaan bazar menunjukkan belum optimalnya koordinasi antara Pemko Tanjungpinang dan Pemprov Kepri dalam pengembangan sektor ekonomi daerah. Ia menilai, diperlukan konsep bersama agar kebijakan pengembangan UMKM berjalan selaras dan tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.

”Kita ini belum terintegrasi dengan baik lah antara Pemko dan Pemprov,” ucapnya.

Lis mengatakan, aset milik Pemprov memang berada di bawah kewenangan provinsi, namun pelaksanaan kegiatan UMKM di wilayah Tanjungpinang tetap menjadi tanggung jawab pemerintah kota. Oleh karena itu, pemanfaatan kawasan usaha seharusnya dibahas bersama, termasuk potensi pendapatan daerah dari sektor kuliner dan kegiatan ekonomi masyarakat.

”Provinsi punya aset itu tentang pemanfaatan aset, tetapi teknis pelaksanaan urus kegiatan UMKM Tanjungpinang itu urusan Pemko,” tuturnya.

Lis menambahkan, pengembangan ekonomi daerah tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Sinergi antara Pemko, Pemprov, serta pelaku usaha dinilai penting agar penataan bazar dan kegiatan UMKM mampu memberikan manfaat ekonomi secara merata tanpa menimbulkan monopoli usaha.

”Jadi kita ini mengembangkan sektor usaha kecil ini kan harus duduk sama, ini nggak bisa sendiri-sendiri,” katanya.

Terkait kondisi bazar yang sempat sepi pengunjung, Lis menyebutkan, faktor lokasi dan persepsi masyarakat yang memengaruhi tingkat kunjungan. Pemko Tanjungpinang berencana melakukan penataan ulang konsep bazar agar lebih menarik serta sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM maupun masyarakat.

”Karena kadang-kadang orang biasa sudah terimage kan bazar di pamedan,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....