Gubernur Ansar: Ramadan Saatnya Hemat dan Jauhi Mubazir
- 10 Feb 2026 15:05 WIB
- Tanjungpinang
RI.CO.ID, Tanjungpinang - Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, secara tegas menghimbau masyarakat untuk memulai gerakan stop boros pangan, terutama menjelang bulan suci Ramadan. Fenomena perilaku konsumsi berlebihan saat Ramadan seringkali memicu pemborosan, padahal kapasitas konsumsi manusia tetap terbatas.
“Bulan suci ramadan jangan lagi boros-boros pangan, saatnya kita berhemat menjauhkan sifat mubazir,” kata Ansar Ahmad, Selasa 10 Februari 2026.
Masyarakat diminta lebih bijak mengatur kebutuhan rumah tangga agar komoditas yang dibeli benar-benar bermanfaat dan tidak berakhir menjadi mubazir. Prinsip berhemat pangan ditekankan bukan berarti mengurangi asupan gizi, melainkan mengatur porsi sesuai kebutuhan dan menjauhi sifat konsumtif yang dipicu nafsu sesaat.
“Lebih baik ada rezeki lebih kita sisihkan untuk keperluan lain, menjauhi sifat konsumtif yang dipicu nafsu sesaat," ujarnya.
Ansar mengingatkan bahwa Ramadan adalah momentum untuk melatih pengendalian diri dan hidup sederhana. Dengan menyisihkan anggaran belanja yang berlebih, masyarakat dapat mengalokasikannya untuk persiapan kebutuhan jangka panjang lainnya tanpa harus terjerat utang.
“Ramadan ini mengajarkan kita melatih pengendalian diri dan hidup sederhana,” ucapnya.
Selain perilaku individu, sektor usaha seperti rumah makan juga didorong untuk meninjau kembali porsi penyajian makanan guna menekan volume pangan yang terbuang. Gubernur menyoroti porsi nasi bungkus yang seringkali terlalu besar sehingga separuhnya terbuang sia-sia.
Jika efisiensi ini dilakukan secara kolektif, dampaknya akan sangat signifikan terhadap ketahanan pangan daerah dan stabilitas ekonomi rumah tangga. ”Kita juga pelan-pelan meningkatkan swasembada di tengah masyarakat memperkuat kemandirian pangan,” tuturnya.
Dari sisi suplai, Pemerintah Provinsi Kepri terus memperkuat kemandirian pangan melalui upaya swasembada dan pemanfaatan lahan tidur untuk komoditas cabai serta sayuran. Kerja sama lintas sektoral dengan TNI, Polri, BI, dan Bulog dioptimalkan guna menjamin ketersediaan stok pokok.
Penggunaan teknologi seperti cold storage juga disiapkan untuk menjaga stabilitas distribusi dan menyimpan kelebihan pasokan agar tidak rusak atau terbuang. Langkah pengendalian inflasi melalui pasar murah dan intervensi harga akan terus dilakukan secara merata di seluruh kabupaten/kota.
“Melalui sinergi antara kebijakan pemerintah dan kesadaran masyarakat dalam berhemat, diharapkan stabilitas pangan di Kepulauan Riau tetap terjaga dengan baik,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....