Standar Kebijakan Kemendikdasmen Pertahankan Penggunaan Bahasa Indonesia

  • 30 Jan 2026 05:28 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Ditengah arus digitalisasi dan maraknya penggunaan bahasa asing, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah melakukan perumusan kerangka kebijakan standar kemahiran berbahasa Indonesia. Standar ini menjadi tolak ukur penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar, serta menjadi acuan pelaksanaan di daerah.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, mengatakan penggunaan bahasa asing maupun bahasa gaul dalam komunikasi informal merupakan hal yang biasa. Akan tetapi dalam komunikasi formal penting menjunjung tinggi penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

"Bahasa sebagai alat interaksi memang dinamis, namun ranah resmi, standar Bahasa Indonesia harus dipertahankan," ujar Hafidz Muksin, Jumat, 30 Januari 2026.

Melalaui Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen), yang mengatur standar kemahiran Bahasa Indonesia. Melalui kantor bahasa melakukan penyuluhan, pembinaan dan pendampingan kepada tiga sasaran utama, yakni lembaga pemerintah, satuan pendidikan, dan lembaga swasta.

"Setiap tahunnya, sekitar 50 sasaran di fokuskan untuk didampingi dan dievaluasi secara berkelanjutan, untuk penyempurnaan bertahap," tuturnya.

Upaya lain yang dilakukan adalah pengukuran tingkat kemahiran Bahasa Indonesia melalui uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). UKBI menjadi isntrumen penting untuk mengukur kemahiran Bahasa Indonesia berdasarkan jenjang pendidikan, seperti Tingkat SMP pemula, Tingkat SMA Madya dan Guru, Mahasiswa Tingkat Unggul.

Hasil assesment nassional dan Tes Kemahiran Akademik (TKA), menunjukkan nilai keterampilan Bahasa Indonesia siswa SMP, SMA belum mencapai standar kemahiran yang diharapkan. Kondisi serupa juga ditemukan pada kalangan guru.

Fenomena ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bersama. Menteri Mendikdasmen mengerakkan melalui program partisipasi semesta.

"Melibatkan pemerintah pusat, daerah, keluarga dan media sebagai mitra strategis dalam upaya meningkatkan kemahiran Bahasa Indonesia," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....