BPMP Kepri Apresiasi Capaian TKA 2026, Kepri Raih Peringkat Tiga Nasional

  • 30 Mei 2026 20:59 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Bintan – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi mengumumkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI sederajat dan SMP/MTs sederajat Tahun 2026. Hasil yang diumumkan pada 26 Mei 2026 tersebut menunjukkan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berhasil mencatatkan capaian yang membanggakan dan masuk dalam jajaran tiga besar nasional.

Berdasarkan data hasil TKA 2026, Provinsi Kepri memperoleh rerata nilai Bahasa Indonesia sebesar 66,39 pada jenjang SD dan 66,52 pada jenjang SMP. Capaian tersebut menempatkan Kepri di peringkat ketiga nasional, di bawah Daerah Istimewa Yogyakarta dan DKI Jakarta.

Secara nasional, pelaksanaan TKA Tahun 2026 mencatat tingkat partisipasi yang sangat tinggi. Dari 8.875.362 murid yang terdaftar pada jadwal utama, sebanyak 8.708.891 murid atau 98,12 persen mengikuti asesmen sesuai jadwal. Sementara itu, pada jadwal susulan tercatat 463.533 peserta mengikuti asesmen dari total 490.551 murid yang terdaftar.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menjelaskan bahwa TKA menghasilkan data pendidikan berskala nasional. Data tersebut dapat digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih presisi dan berbasis data.

“Pemetaan mutu ini menjadi dasar penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih presisi dan berbasis data, mengidentifikasi wilayah yang perlu penguatan, serta memastikan kebijakan dibangun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan,” ujar Toni Toharudin.

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Rahmawati, mengatakan tingginya partisipasi dalam TKA menunjukkan meningkatnya kesadaran sekolah, orang tua, dan peserta didik terhadap pentingnya asesmen peningkatan mutu pendidikan. Dalam pelaksanaannya, TKA menggunakan sistem penskoran dengan skala nilai 0–100.

“Sebelum hasil diumumkan, seluruh paket dan soal terlebih dahulu melalui proses verifikasi serta validasi statistik guna memastikan keadilan dan akurasi hasil bagi seluruh peserta,” ucap Rahmawati.

Selain menampilkan nilai numerik, hasil TKA juga dilengkapi kategori capaian dan deskripsi kompetensi peserta didik. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu guru dan orang tua memahami kemampuan yang telah dikuasai peserta didik sekaligus aspek yang masih perlu diperkuat.

Secara nasional, rerata capaian Bahasa Indonesia tercatat lebih tinggi dibandingkan Matematika pada kedua jenjang pendidikan. Pada jenjang SD, rerata Bahasa Indonesia mencapai 60,14 sedangkan Matematika 43,41. Adapun pada jenjang SMP, rerata Bahasa Indonesia mencapai 60,83 dan Matematika 40,34.

Menurut Toni, hasil TKA tidak dimaksudkan untuk memberikan label kepada daerah, sekolah, maupun peserta didik. Namun demikian, hasil tersebut memberikan gambaran penting mengenai kondisi pendidikan nasional, khususnya dalam penguatan kemampuan bernalar, berpikir logis, dan pemecahan masalah yang masih perlu mendapat perhatian, terutama pada mata pelajaran Matematika.

“Hasil TKA ini dimaksudkan sebagai gambaran penting kondisi Pendidikan nasional saat ini,” katanya.

Kepala BPMP Provinsi kepri, Warsita, mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan pendidikan di daerah yang telah berkontribusi terhadap capaian pendidikan tersebut. Apresiasi itu ditujukan kepada pemerintah daerah, sekolah, orang tua, hingga peserta didik yang dinilai memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kepri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....