Erizal: Al-Qur’an Bukan Sekadar Bacaan
- 27 Feb 2026 15:48 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Erizal, menyampaikan pesan tegas dan menggugah kesadaran spiritual umat dalam kultum usai salat Zuhur berjemaah di Musala Al Muhajirin BPS Kepri, Kantor Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau, Kamis 26 Februari 2026. Erizal menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya bulan ibadah ritual, tetapi Syahrul Qur’an, bulan turunnya Al-Qur’an yang harus menjadi pusat orientasi hidup manusia.
“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu serta Al-Furqan,” ujarnya mengutip QS Al-Baqarah ayat 185.
Erizal menjelaskan alasan Ramadan disebut Syahrul Qur’an dengan tiga landasan utama: Al-Qur’an diturunkan sekaligus dari Lauhul Mahfudz ke langit dunia, Baitul ‘Izzah. Wahyu pertama “Iqra” turun pada bulan Ramadan.
Setiap malam Ramadan Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah SAW untuk mengajarkan dan memuraja’ah Al-Qur’an, bahkan dua kali pada tahun terakhir kehidupan Nabi. Penjelasan tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa Ramadan memiliki dimensi historis dan spiritual yang tidak dapat dipisahkan dari kitab suci umat Islam, yakni Al-Qur'an.
Dalam kultum yang berlangsung khidmat tersebut, Erizal menekankan tiga fungsi utama Al-Qur’an: Al-Huda (Petunjuk) - panduan hidup manusia menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Al-Furqan (Pembeda) - pembeda antara kebenaran dan kebatilan serta As-Syifa’ (Penyembuh) — obat bagi penyakit jiwa dan hati manusia.
Ia juga menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan sumber hukum pertama dan utama dalam ajaran Islam yang tidak tergantikan oleh apa pun. Dalam penyampaian yang bernuansa edukatif, Erizal menguraikan keistimewaan Al-Qur’an di antaranya: Kemurniannya dijamin langsung oleh Allah SWT (QS Al-Hijr: 9).
Mukjizat universal yang relevan sepanjang zaman. Mudah dipelajari dan dihafal oleh berbagai bangsa, termasuk non-Arab.
Penyempurna dan korektor kitab sebelumnya (Taurat, Zabur, Injil). Bahasa indah yang menenangkan jiwa meski dibaca berulang.
Membacanya bernilai ibadah dengan pahala berlipat. Tidak mengandung kontradiksi antar ayat dan Memuat prinsip kehidupan komprehensif: spiritual, sosial, hingga hukum.
Di akhir kultumnya, Erizal mengingatkan bahwa tantangan terbesar umat Islam saat ini bukan kurangnya akses terhadap Al-Qur’an. Melainkan kurangnya interaksi yang mendalam dengan isi dan pesan Al-Qur’an.
“Ramadan, harus menjadi momentum revolusi spiritual pribadi umat untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, bukan sekadar bacaan seremonial, tutup Erizal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....