Khatam Al-Qur’an Perdana Ramadan 1447 Hijriah

  • 27 Feb 2026 15:29 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Suasana khusyuk menyelimuti Musala Baitul Maqdis, Jumat 27 Februari 2026. Untuk pertama kalinya di Ramadan 1447 Hijriah, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang menuntaskan khataman Al-Qur’an secara berjemaah.

Momentum ini bukan sekadar seremoni, tetapi ditegaskan sebagai penguatan karakter dan integritas aparatur berbasis nilai ilahiah. Kementerian Agama Kota Tanjungpinang melalui kepemimpinan Kepala Kantor, Erizal, menegaskan bahwa membaca Al-Qur’an bukan hanya ibadah rutin, melainkan sumber cahaya yang membentuk watak dan perilaku seorang muslim, terlebih bagi ASN yang memikul tanggung jawab pelayanan publik.

“Orang yang membaca Al-Qur’an itu hatinya lembut dan bercahaya. Ia senang pada hal-hal baik, senang mendengar ceramah agama, gemar bersedekah. Cahaya Allah itu menyukai hal-hal positif,” tutur Erizal.

Menurutnya, Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi sumber energi spiritual yang memengaruhi kecerdasan dan daya ingat. Ia bahkan menyebut, kebiasaan membaca Al-Qur’an membuat seseorang tidak mudah pelupa.

“Cahaya Allah memudahkan kita menghafal dan mengingat. Orang yang rajin membaca Al-Qur’an tidak gampang pikun,” ujarnya.

Pesan yang paling menggigit disampaikan ketika orang nomor satu di Kemenag Kota Tanjungpinang ini menyinggung relasi antara ilmu dan maksiat. Tinggalkan maksiat, Ilmu itu adalah cahaya, dan cahaya tidak akan masuk ke dalam hati yang gemar maksiat.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan moral bagi aparatur negara agar menjaga integritas pribadi dan profesional. Ia mengingatkan, cahaya Al-Qur’an bukan hanya menerangi diri, tetapi juga rumah tangga.

“Hiasilah rumah dengan salat dan membaca Al-Qur’an. Rumah yang tidak dibacakan Al-Qur’an sedikit kebaikannya, banyak kejahatannya, dan penghuninya merasa sempit hidupnya,” ucapnya.

Seruan itu menjadi alarm spiritual agar budaya Qur’ani tidak berhenti di kantor, tetapi hidup di tengah keluarga. Dalam arahannya, Erizal juga mengingatkan bahwa membaca Al-Qur’an menghadirkan ketenangan hidup dan menjauhkan diri dari perilaku maksiat.

Ia menganjurkan agar setiap muslim menyentuh dan membaca Al-Qur’an dalam keadaan suci sebagai bentuk penghormatan terhadap kalam Ilahi. Ia juga memberi motivasi kepada ASN yang masih merasa lemah dalam membaca Al-Qur’an agar tidak malu belajar.

“Orang yang membaca Al-Qur’an kelak akan mendapatkan syafaat di akhirat. Setiap huruf diganjar pahala, dan di bulan Ramadan pahalanya berlipat ganda. Bahkan semakin sulit kita membacanya, semakin besar pahalanya,” jelas Erizal.

Kegiatan khataman ini dipastikan tidak berhenti pada momentum perdana. Erizal mengumumkan bahwa khataman berikutnya akan digelar pada Kamis, 5 Maret 2026 (15 Ramadan 1447 H) di MAN Tanjungpinang, sebagai bagian dari gerakan berkelanjutan membumikan Al-Qur’an di lingkungan ASN.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....