Absen di 2022, Sejauh Mana Swedia Bisa Melangkah di Piala Dunia 2026
- 08 Jun 2026 17:22 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Setelah absen pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Swedia akhirnya kembali ke panggung sepak bola terbesar di dunia pada Piala Dunia 2026. Perjalanan mereka menuju Piala Dunia di Amerika Utara ini cukup menarik, Swedia sempat gagal di kualifikasi, sebelum akhirnya mereka mengamankan tiket ke kompetisi ini. Swedia tentunya punya harapan besar kali ini, dengan adanya generasi baru yang menjadi andalan di klub mereka masing-masing.
Dilansir dari Reuters, Swedia merupakan salah satu negara dengan sejarah cukup kuat di Piala Dunia. Mereka telah tampil sebanyak 12 kali di putaran final sejak debut pada tahun 1934. Prestasi terbaik mereka, terjadi pada Piala Dunia tahun 1958 ketika mereka menjadi tuan rumah dan kemudian berhasil mencapai partai final sebelum dikalahkan oleh Brasil yang diperkuat pemain legenda mereka, Pele.
Swedia juga pernah meraih posisi ketiga pada Piala Dunia 1950 dan 1994. Generasi 1994 yang diperkuat Tomas Brolin, Martin Dahlin, dan Tomas Ravelli masih dikenang sebagai salah satu tim terbaik dalam sejarah sepak bola Swedia. Prestasi besar terakhir mereka di Piala Dunia terjadi pada 2018 di Rusia. Saat itu Swedia berhasil melaju hingga perempat final sebelum dihentikan Inggris. Kemudian tahun 2022 menjadi catatan buruk, karena mereka gagal untuk bermain di Piala Dunia.
Dilansir juga dari The Guardian, Swedia tampil buruk pada fase kualifikasi utama dan bahkan berakhir di posisi terbawah di grupnya. Situasi tersebut mengakibatkan terjadinya pergantian pelatih setelah Jon Dahl Tomasson diberhentikan dan digantikan oleh Graham Potter. Di bawah Potter, Swedia bangkit dan mereka memanfaatkan jalur play-off yang kemudian berhasil menyingkirkan Ukraina serta Polandia untuk mengamankan tiket ke kompetisi ini.
Kekuatan utama Swedia pada Piala Dunia 2026 berada di lini serang mereka. Saat ini, mereka memiliki dua penyerang yang sedang berada dalam performa terbaiknya, yaitu Alexander Isak dan Viktor Gyokeres. Duet tersebut dinilai sebagai salah satu pasangan penyerang paling berbahaya yang dimiliki negara peserta Piala Dunia tahun ini, karena potensi ketajaman serangan yang bisa mereka hasilkan.
Selain kedua nama tersebut, Swedia juga memiliki Anthony Elanga yang memiliki keunggulan dalam hal kecepatan di sisi sayap, serta Lucas Bergvall, gelandang muda yang digadang-gadang sebagai salah satu talenta terbaik Swedia saat ini. Di lini belakang, kapten Victor Lindelof masih menjadi sosok penting berkat pengalaman di panggung internasional yang dimilikinya.
Pada Piala Dunia 2026, Swedia tergabung di Grup F bersama Belanda, Jepang, dan Tunisia. Grup ini dinilai cukup seimbang, karena siapapun bisa keluar sebagai pemenang dan melajutkan perjuangan mereka untuk bermain di fase gugur. Bagi Swedia, pertandingan pembuka melawan Tunisia akan sangat menentukan nasib mereka. Jika mereka berhasil mengamankan hasil positif pada pertandingan pertama tersebut, maka mereka akan memiliki modal penting sebelum menghadapi Belanda dan Jepang.
Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan bagi Swedia untuk membuktikan bahwa masa mereka belum habis. Dengan kombinasi pemain berpengalaman, talenta muda yang berbakat, hingga sentuhan Graham Potter di pinggir lapangan, Swedia datang bukan sekadar untuk meramaikan kompetisi. Mereka datang dengan membawa harapan untuk kembali menuliskan kisah kesuksesan seperti yang pernah mereka lakukan pada tahun 1958, sekaligus mempertegas posisi mereka sebagai salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan di sepak bola dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....