Jangan Asal Manis, Perhatikan Jenis dan Kandungan Gula dalam Pemanis Anda
- 30 Sep 2026 16:31 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Gula merupakan salah satu bahan yang digunakan untuk memberikan rasa manis pada minuman dan juga makanan. Gula pertama kali dibudidayakan di Papua Nugini sekitar tahun 8000 SM ketika penduduk lokal mengunyah batang tebu mentah.
Pada awal abad ke-20 hingga tahun 1930-an, Pulau Jawa menjadi salah satu produsen dan eksportir gula terbesar kedua di dunia. Pengusaha asal Semarang, Oei Tiong Ham, bahkan dijuluki sebagai "Raja Gula" atau "Rockefeller dari Asia" karena bisnis gulanya yang mendunia
Namun mari telisik sejauhmana gula yang memberikan manis pada rasa tersebut masih berdampak baik pada kesehatan tubuh. Dikutip dari laman https://masoemuniversity.ac.id/berita/kajian-pangan-kenali-jenis-gula-yang-ada-di-pasaran/, jenis-jenis gula yang ada di pasaran saat ini yaitu sebagai berikut:
1. Gula Pasir
Gula pasir adalah jenis gula yang paling banyak digunakan dalam rumah tangga. Asal gula pasir adalah dari air tebu yang mengalami proses pengkristalan hingga menjadi butiran kasar. Selain dijadikan pemanis minuman, gula pasir dapat digunakan sebagai penyedap makanan. Selain itu juga gula pasir digunakan untuk meningkatkan masa simpan makanan kemasan. Ia juga bisa menjadi salah satu sumber energi bagi tubuh.
2. Gula Aren
Berkat kepopuleran dari kopi kekinian, gula aren menjadi salah satu jenis gula yang semakin tinggi penggunannya. Asal gula aren adalah nira pohon enau yang direbus hingga berubah warna. Wujud dari gula aren itu bervariasi, seperti silinder atau bulat pipih dengan warna cokelat cerah. Dalam gula ini terdapat kandungan indeks glikemik yang lbnih rendah dibanding gula pasir, sehingga bermanfaat untuk menjaga keseimbangan kadar gula darah.
3. Brown Sugar
Masih menjadi salah kaprah bagi banyak orang kalau brown sugar adalah gula aren atau gula merah. Padalah itu adalah jenis gula yang berbeda. Brown sugar atau gula cokelat asalnya dari gula putih yang diberi tambahan molases sehingga warnanya berubah menjadi kecokelatan. Terdapat dua jenis brown sugar yang dijual di pasaran, seperti light dan dark brown sugar.
4. Gula Batu (rock sugar)
| Baca juga: Tebu dari Tradisional Menjadi Viral |
Gula batu asalnya dari gula putih atau gula cokelat biasa yang dilarutkan, lalu dikristalkan menjadi layaknya batu. Tidak seperti bentuknya, rasanya ternyata lebih ringan dan tidak terlalu manis. Di setiap 1 satu sendok makan gula ini mengandung 6,5 gram karbohidrat dan 25 kalori.
5. Gula Merah / Gula Jawa
Dikenal sebagai gula merah atau gula jawa, Jenis gula ini umum digunakan sebagai bahan pemanis makanan ringan dan kue basah. Berbeda dengan gula aren, gula merah asalnya dari nira pohon kelapa yang dipadatkan berbentuk silinder. Cara pengolahannya umumnya dicairkan menjadi cairan kental, menimbulkan perasaan lengket bila terkena permukaan kulit.
6. Gula Jagung
Gula jagung biasanya menjadi pengganti gula pasir biasa, berkat rasa manis nya yang mirip dengan gula putih. Jenis gula ini asalnya dari jagung giling kemudian diubah menjadi sirup. Namun faktanya, gula jagung juga memiliki efek atau risiko kesehatan yang sama dengan gula pasir bila dikonsumsi berlebihan.
7. Gula Karamel / Sirup Karamel
Gula Karamel asalnya terbuat dari pengentalan gula dengan cara dipanaskan. Jenis gula ini digunakan sebagai perasa dan pember warna pada kue. Kadar kalori pada sirup karamel tergolong tinggi, sekitar 110 kalori dalam dua sendok makan. Maka dari itu sebaiknya batasi asupan gula ini agar terhindar dari obesitas dan risiko penyakit jantung.
8. Gula Rafinasi (refined sugar)
Jenis gula ini umumnya digunakan sebagai bahan baku dalam industri makanan dan minuman. Gula rafinasi atau refined sugar mungkin sekilas bentuknya mirip dengan gula aspir, namun gula ini bukanlah bahan pemanis biasa dan perlu diolah terlebih dahulu. Asal dari gula ini adalah olahan gula bit dan gula tebu namun tidak memiliki kalori yang bermanfaat bagi tubuh.
9. Pemanis Buatan
Istilah pemanis buatan digunakan karena merupakan jenis gula pengganti yang terbuat dari proses kimiawi. Bagi penderita diabetes, gula ini bisa menjadi alternatif gula karena memiliki kandungan kalori yang kecil. Adapun macam pemanis buatan yang dijual di pasaran adalah sakarin, aspartam, sukralosa, neotam, dan lain-lain.
Kelebihan dari pemanis buatan adalah tidak menambah asupan kalori harian bila dikonsumsi. Selain itu gula ini tidak menimbulkan risiko kerusakan gigi. Namun bila dikonsumsi berlebihan dapat menimbulkan risiko penyakit kanker.
Setelah mengetahui jenis dan kandungan gula tersebut, silahkan pilih jenis gula yang anda sukai dan memberikan ketenangan selama mengkonsumsinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....