Minuman Gula Aren: Tren Alami, Risiko Tersembunyi
- 22 Mei 2026 13:24 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Minuman berbahan gula aren kini menjadi tren di berbagai kedai kopi dan minuman kekinian. Popularitasnya meningkat karena dianggap lebih sehat dan alami dibanding gula putih.
Gula aren dibuat dari nira pohon aren yang direbus hingga mengental lalu mengkristal. Proses tradisional ini membuatnya masih menyimpan sedikit mineral seperti kalium, magnesium, dan zat besi.
Jumlah mineral tersebut sangat kecil sehingga tidak signifikan bagi kesehatan. Namun, dilansir dari laman Kementerian Kesehatan RI, kemkes.go.id, gula aren tetaplah gula dengan kandungan utama sukrosa yang bisa meningkatkan kadar gula darah.
Indeks glikemik gula aren memang sedikit lebih rendah dibanding gula putih. Tetapi perbedaan ini tidak berarti banyak bila dikonsumsi berlebihan, terutama bagi penderita diabetes atau resistensi insulin.
| Baca juga: Tebu dari Tradisional Menjadi Viral |
Risiko terbesar justru muncul dari kebiasaan minum manis setiap hari. Konsumsi berlebihan dapat memicu kenaikan berat badan, obesitas, penyakit jantung, hingga diabetes tipe 2.
Selain itu, banyak minuman gula aren di pasaran tidak murni. Sering kali ditambah gula lain, sirup, krimer, dan susu tinggi lemak sehingga menjadikannya bom kalori yang berbahaya bila rutin diminum.
Kesimpulannya, minuman gula aren tidak otomatis berbahaya, tetapi juga bukan pilihan sehat bila dikonsumsi tanpa kontrol. Kuncinya ada pada frekuensi dan jumlah konsumsi, serta kondisi kesehatan masing-masing individu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....