Kemenkes: Lebih dari 50 Persen Warga Indonesia Bermasalah dengan Gigi dan Mulut

  • 24 Mei 2026 15:37 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Kementerian Kesehatan RI mencatat lebih dari separuh masyarakat Indonesia masih mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berdampak pada kesehatan, kualitas hidup, hingga beban pembiayaan layanan kesehatan nasional.

Dikutip dari Kementerian Kesehatan RI, hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan sebanyak 56,9 persen penduduk usia di atas tiga tahun mengalami gangguan gigi dan mulut. Masalah yang paling banyak ditemukan adalah karies atau gigi berlubang serta penyakit gusi.

Gangguan gigi dan mulut kini masuk dalam lima besar penyakit yang banyak dikeluhkan masyarakat. Tingginya kasus tersebut dinilai dipengaruhi rendahnya kesadaran menjaga kebersihan gigi dan minimnya pemeriksaan rutin ke dokter gigi.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan masalah kesehatan gigi perlu ditangani sejak dini melalui upaya promotif dan preventif. Berdasarkan data program pemeriksaan kesehatan gratis, banyak masyarakat mengalami gigi berlubang, kehilangan gigi, hingga gangguan gusi.

Selain berdampak pada kesehatan masyarakat, tingginya kasus penyakit gigi juga berpengaruh terhadap biaya layanan kesehatan. Kemenkes memperkirakan biaya perawatan gigi melalui BPJS Kesehatan dapat mencapai Rp1,2 triliun pada tahun 2030 apabila langkah pencegahan tidak diperkuat.

Masyarakat pun diimbau untuk menjaga kesehatan gigi dengan menyikat gigi minimal dua kali sehari, mengurangi konsumsi makanan manis, serta rutin memeriksakan kondisi gigi dan mulut ke fasilitas kesehatan. Dengan pencegahan yang tepat, risiko penyakit gigi dan mulut dapat ditekan sejak dini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....