Bukan Cuma Mengobati, Nakes Tanjungpinang Kini Dilatih Berburu Vektor Penyakit
- 09 Jun 2026 08:18 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pemerintah Kota Tanjungpinang tidak ingin kecolongan menghadapi ancaman penyakit menular. Sebagai garda terdepan, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Kota Tanjungpinang mulai memperketat pengawasan terhadap penyakit tular vektor seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), malaria, filariasis (kaki gajah), hingga zoonosis.
Langkah konkret ini diwujudkan melalui pelatihan intensif surveilans dan pengendalian vektor yang digelar selama enam hari, 8–13 Juni 2026, di Aston Tanjungpinang Hotel & Conference Center. Sebanyak 30 tenaga kesehatan dari berbagai puskesmas dikumpulkan untuk digembleng menjadi "detektif lapangan" yang andal.
Mereka terdiri dari petugas surveilans, tenaga kesehatan lingkungan, epidemiolog, hingga entomolog (ahli serangga kesehatan). Kepala Dinkes Dalduk KB Kota Tanjungpinang, Rustam, menegaskan bahwa memperkuat kapasitas SDM di tingkat puskesmas adalah kunci utama dalam mendeteksi ancaman kesehatan sebelum menjadi wabah besar di masyarakat.
"Pencegahan selalu lebih baik daripada penanganan. Tenaga kesehatan perlu memiliki kemampuan surveilans, pemantauan lapangan, analisis risiko, hingga menentukan langkah pengendalian yang sesuai dengan kondisi wilayah," ujar Rustam, Senin 8 Juni 2026.
Secara khusus, Rustam menyoroti pentingnya peran tenaga entomolog kesehatan. Menurutnya, mereka adalah ujung tombak dalam sistem kewaspadaan dini yang bertugas memetakan dan mengidentifikasi perilaku hewan pembawa penyakit di lingkungan warga.
Data yang mereka kumpulkan di lapangan akan menjadi penentu kebijakan penanganan yang presisi.
"Melalui pelatihan ini, kami ingin meningkatkan kapasitas petugas kesehatan agar mampu mengenali potensi ancaman lebih awal sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum terjadi peningkatan kasus di masyarakat," ujarnya.
Demi menghasilkan output yang maksimal, pelatihan ini menggandeng Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Kemenkes RI di Batam. Para peserta tidak hanya menerima teori di kelas mengenai strategi Integrated Vector Management (IVM) atau pengendalian vektor terpadu, tetapi juga diterjunkan langsung dalam praktik lapangan.
Tim pengajar dihadirkan dari berbagai institusi ahli, mulai dari Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat Batam, Balai Karantina Kesehatan, hingga Dinkes Provinsi Kepri.
Rustam mengingatkan bahwa urusan menjaga Tanjungpinang dari ancaman penyakit tidak bisa dibebankan kepada tenaga kesehatan saja. Pihaknya berharap ada sinergi yang lebih kuat dari masyarakat dan sektor terkait lainnya.
"Pengendalian penyakit tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Keterlibatan berbagai pihak tetap diperlukan agar upaya pencegahan berjalan lebih optimal," katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....