RSUD RAT Akui Antrean Pasien dari UGD ke Ruang Inap Terhambat Kapasitas BOR

  • 22 Apr 2026 16:37 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - RSUD Raja Ahmad Thabib (RAT) tengah menghadapi tantangan serius akibat tingginya tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate). Direktur RSUD RAT, Bambang Utoyo, mengungkapkan bahwa 210 tempat tidur yang tersedia hampir selalu terisi penuh.

“Kita kekurangan ruangan, antrean di UGD itu ketika masuk itu sedikit terhambat,” kata Bambang Utoyo, Rabu 22 April 2026

Kondisi tersebut berdampak langsung pada kecepatan evakuasi pasien dari Unit Gawat Darurat ke ruang rawat inap. Pasien terpaksa menunggu lebih lama di UGD karena ketersediaan ruangan yang kosong sangat terbatas.

“Seharusnya evakuasi dari UGD keruangan itu bisa berjalan cepat, saat ini agak lama menunggu ruangan kosong,” ujarnya.

Bambang mengakui bahwa proses pemindahan pasien idealnya memakan waktu dua hingga empat jam saja. Namun, realita di lapangan menunjukkan durasi tunggu yang membengkak akibat antrean panjang setiap harinya.

“Saat ini kondisinya diruangan, kita kekurangan ruangan yang saat ini selalu penuh,” tuturnya.

Selain krisis ruang inap, keterbatasan kursi di ruang tunggu poliklinik juga menjadi persoalan yang mendesak. Lonjakan pasien hingga dua kali lipat dari kapasitas normal membuat kenyamanan warga yang berobat terganggu.

“Ruangan poli klinik kita kapasitas hanya sekitar 350 orang, sementara kunjungan kita perhari rata-rata 650 orang,” ucapnya.

“Kita mau menambah kursi sudah tidak ada tempat, akhirnya pasien terpaksa berdiri,” Ia menambahkan

Pihak manajemen berupaya mensinkronkan kehadiran dokter-dokter subspesialis baru dengan penambahan fasilitas fisik tahun ini. Hal ini dilakukan agar penumpukan pasien di berbagai lini pelayanan dapat segera terurai.

Pemerintah Provinsi merespons kendala ini dengan rencana pembangunan gedung poliklinik enam lantai yang terpisah. Proyek strategis tersebut diharapkan menjadi solusi permanen atas masalah kepadatan di rumah sakit rujukan tersebut.

“Poli klinik terpadu ini sangat dibutuhkan sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat optimal,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....